Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Perongsok di TPA Banyuroto saat memilah sampah yang bernilai jual pada Selasa (12/3/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kehadiran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo ternyata membawa berkah pendapatan tambahan bagi warga sekitar lokasi. Setidaknya ada delapan orang yang setiap harinya merongsok di TPA Banyuroto dimana masing-masing rata-rata mendapat Rp50 ribu.
Perosok tersebut mengincar sampah kemasan plastik seperti botol, kardus, hingga karung. Rata-rata per hari perosok ini dapat memperoleh lima kilogram botol plastik, tiga kilogram kardus, dan dua kilogram karung.
Hasil pengumpulan sampah anorganik itu nantinya dibeli para pengepul yang kebanyakan datang dari luar daerah, terutama Magelang. "Merongsok begini sudah sejak 2015, lumayan buat tambahan penghasilan selain bertani," kata Kamini, 61, warga Padukuhan Tawang, Kalurahan Banyuroto.
Kamini yang sehari-hari jadi buruh tani ini tak pernah sendirian saat merongsok, setidaknya ada delapan orang yang menambah penghasilannya lewat aktivitas tersebut. "Nanti bareng-bareng juga dijualnya ke pengepul, tidak ada persaingan dengan yang lain," ujarnya, Selasa (12/3/2024).
BACA JUGA: Empat Ruas Tol Ini Mengalami Kenaikan Tarif Jelang Lebaran 2024, Ini Rinciannya
Proses merongsok paling sulit bagi Kamini adalah mengangkut barang sasarannya dari gundukan TPA Banyuroto ke pinggirnya untuk dipilah lagi. "Apalagi kalau musim hujan seperti ini tambah berat karena kecampur air," katanya.
Soal terganggunya aktivitas keseharian warga di sekitar TPA Banyuroto, menurut Kamini, sudah terbiasa dengan baunya yang kadang menyengat terbawa angin. Tak hanya merongsok, berkah lain dari TPA Banyuroto juga ada sumber bahan bakar yang dapat dimanfaatkan warga sekitar.
Salah satu yang mendapat akses bahan bakar cuma-cuma pengganti gas elpiji adalah Tuminem yang tiap hari bersama Kamini merongsok. Rumah Tuminem tak sampai 50 meter dari lokasi pembuangan sampah akhir itu. "Lumayan juga hemat biaya pengeluaran buat beli gas elpiji," katanya Selasa siang.
Sumber bahan bakar gas dari TPA Banyuroto itu, jelas Tuminem, digunakan oleh 12 rumah. "Hanya perlu pasang pipa paralon untuk mengalirkannya, apinya memang agak beda dengan gas LPG, tapi bisa untuk memasak juga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.