DPRD Sleman Evaluasi Kampus Mitra Program Beasiswa Sleman Pintar
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Pembagian bansos di Kantor Pos Indonesia. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa program bantuan sosial (bansos) per makanan telah selesai pada Maret 2024. Meski begitu, Dinsos PPPA akan mengupayakan bansos sembako pada APBD Perubahan. Pasalnya, masih ada sisa Rp263,5 juta dari program bansos sebelumnya.
Plt Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Riyanto Sugih Pambudi mengatakan pihaknya baru saja selesai menggelar program bansos per makanan dengan wujud makanan siap saji mencakup nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan air mineral.
Program dengan sasaran 2.506 penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan/kapanewon tersebut dimulai sejak Senin (5/2/2024) sampai Selasa (5/3/2024). Anggaran yang dipakai berasal dari APBD Kabupaten senilai Rp2,3 miliar.
BACA JUGA: Gempa di Laut Jawa, Badan Geologi: Diperkirakan Akibat Sesar Tua Aktif Lagi
“Ada dana sisa per makanan Rp263,5 juta soalnya sasarannya ada yang meninggal. Apabila disetujui besok bisa untuk sembako. Nanti di APBD Perubahan,” kata Riyanto ditemui di Kantornya, Jumat (22/3/2024).
Selain digunakan untuk sembako, dana sisa tersebut akan dipakai untuk pengadaan alat bantu disabilitas. Pengadaan ini dilakukan menyusul permintaan alat bantu tersebut yang diterima Dinsos PPPA. “Tahun ini [rencanaya] ada empat belas KPM penerima untuk kursi roda, alat bantu dengar, dan krek,” katanya.
Kepala Dinsos PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan bansos sembako maupun per makanan sampai akhir 2024 sudah tidak ada. Bansos diganti dengan alat bantu disabilitas. Hanya saja pengadaan masih menunggu APBD Perubahan.
“Disabilitas satu kabupaten [yang mengajukan permohonan] yang akan dapat alat bantu. Kalau tidak disetujui ya tidak jadi,” kata Asti.
Asti menambahkan bansos dengan sumber dana APBD sudah tidak ada. Sisanya hanya bansos APBD berupa makanan siap saji yang diberikan selama tahun. Pemberian bansos tersebut pun tidak serentak, ada yang Februari dan Maret 2024.
“Kelompok masyarakat yang mengerjakan bansos APBN. Nominalnya ya Rp30.000 untuk dua kali makan, untuk warga lansia dan disablitas,” katanya.
Pada 2023, bansos per makanan justru tidak ada, yang ada hanya bansos sembako untuk 50 lansia dan 50 disabilitas. Per orang mendapat sekitar Rp1 juta. Anggarannya dari APBD Kabupaten. “Itu hanya setahun sekali. Totalnya berarti Rp100 juta,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.