Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Pembagian bansos di Kantor Pos Indonesia. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa program bantuan sosial (bansos) per makanan telah selesai pada Maret 2024. Meski begitu, Dinsos PPPA akan mengupayakan bansos sembako pada APBD Perubahan. Pasalnya, masih ada sisa Rp263,5 juta dari program bansos sebelumnya.
Plt Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Riyanto Sugih Pambudi mengatakan pihaknya baru saja selesai menggelar program bansos per makanan dengan wujud makanan siap saji mencakup nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan air mineral.
Program dengan sasaran 2.506 penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan/kapanewon tersebut dimulai sejak Senin (5/2/2024) sampai Selasa (5/3/2024). Anggaran yang dipakai berasal dari APBD Kabupaten senilai Rp2,3 miliar.
BACA JUGA: Gempa di Laut Jawa, Badan Geologi: Diperkirakan Akibat Sesar Tua Aktif Lagi
“Ada dana sisa per makanan Rp263,5 juta soalnya sasarannya ada yang meninggal. Apabila disetujui besok bisa untuk sembako. Nanti di APBD Perubahan,” kata Riyanto ditemui di Kantornya, Jumat (22/3/2024).
Selain digunakan untuk sembako, dana sisa tersebut akan dipakai untuk pengadaan alat bantu disabilitas. Pengadaan ini dilakukan menyusul permintaan alat bantu tersebut yang diterima Dinsos PPPA. “Tahun ini [rencanaya] ada empat belas KPM penerima untuk kursi roda, alat bantu dengar, dan krek,” katanya.
Kepala Dinsos PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan bansos sembako maupun per makanan sampai akhir 2024 sudah tidak ada. Bansos diganti dengan alat bantu disabilitas. Hanya saja pengadaan masih menunggu APBD Perubahan.
“Disabilitas satu kabupaten [yang mengajukan permohonan] yang akan dapat alat bantu. Kalau tidak disetujui ya tidak jadi,” kata Asti.
Asti menambahkan bansos dengan sumber dana APBD sudah tidak ada. Sisanya hanya bansos APBD berupa makanan siap saji yang diberikan selama tahun. Pemberian bansos tersebut pun tidak serentak, ada yang Februari dan Maret 2024.
“Kelompok masyarakat yang mengerjakan bansos APBN. Nominalnya ya Rp30.000 untuk dua kali makan, untuk warga lansia dan disablitas,” katanya.
Pada 2023, bansos per makanan justru tidak ada, yang ada hanya bansos sembako untuk 50 lansia dan 50 disabilitas. Per orang mendapat sekitar Rp1 juta. Anggarannya dari APBD Kabupaten. “Itu hanya setahun sekali. Totalnya berarti Rp100 juta,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen