25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Pembagian bansos di Kantor Pos Indonesia. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa program bantuan sosial (bansos) per makanan telah selesai pada Maret 2024. Meski begitu, Dinsos PPPA akan mengupayakan bansos sembako pada APBD Perubahan. Pasalnya, masih ada sisa Rp263,5 juta dari program bansos sebelumnya.
Plt Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Riyanto Sugih Pambudi mengatakan pihaknya baru saja selesai menggelar program bansos per makanan dengan wujud makanan siap saji mencakup nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan air mineral.
Program dengan sasaran 2.506 penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan/kapanewon tersebut dimulai sejak Senin (5/2/2024) sampai Selasa (5/3/2024). Anggaran yang dipakai berasal dari APBD Kabupaten senilai Rp2,3 miliar.
BACA JUGA: Gempa di Laut Jawa, Badan Geologi: Diperkirakan Akibat Sesar Tua Aktif Lagi
“Ada dana sisa per makanan Rp263,5 juta soalnya sasarannya ada yang meninggal. Apabila disetujui besok bisa untuk sembako. Nanti di APBD Perubahan,” kata Riyanto ditemui di Kantornya, Jumat (22/3/2024).
Selain digunakan untuk sembako, dana sisa tersebut akan dipakai untuk pengadaan alat bantu disabilitas. Pengadaan ini dilakukan menyusul permintaan alat bantu tersebut yang diterima Dinsos PPPA. “Tahun ini [rencanaya] ada empat belas KPM penerima untuk kursi roda, alat bantu dengar, dan krek,” katanya.
Kepala Dinsos PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan bansos sembako maupun per makanan sampai akhir 2024 sudah tidak ada. Bansos diganti dengan alat bantu disabilitas. Hanya saja pengadaan masih menunggu APBD Perubahan.
“Disabilitas satu kabupaten [yang mengajukan permohonan] yang akan dapat alat bantu. Kalau tidak disetujui ya tidak jadi,” kata Asti.
Asti menambahkan bansos dengan sumber dana APBD sudah tidak ada. Sisanya hanya bansos APBD berupa makanan siap saji yang diberikan selama tahun. Pemberian bansos tersebut pun tidak serentak, ada yang Februari dan Maret 2024.
“Kelompok masyarakat yang mengerjakan bansos APBN. Nominalnya ya Rp30.000 untuk dua kali makan, untuk warga lansia dan disablitas,” katanya.
Pada 2023, bansos per makanan justru tidak ada, yang ada hanya bansos sembako untuk 50 lansia dan 50 disabilitas. Per orang mendapat sekitar Rp1 juta. Anggarannya dari APBD Kabupaten. “Itu hanya setahun sekali. Totalnya berarti Rp100 juta,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.