Hipertensi Gunungkidul Tertinggi di DIY Capai 39,25 Persen
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggulirkan bantuan sosial Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) senilai Rp1,4 miliar pada 2026. Kali ini, sasaran penerima diperluas, tidak hanya warga miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan lain.
Program ini kembali dijalankan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Skema bantuan tahun ini mengalami perubahan, terutama pada kriteria penerima manfaat.
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial Bantul, Jazim Ahmadi, menjelaskan bahwa penerima kini mengacu pada data masyarakat miskin dalam Sistem Informasi Data Menuju Sejahtera (Sidamesra).
“Penerima tidak hanya miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan sejenis dari APBD kabupaten, provinsi, maupun dana desa,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Perubahan ini membuat jangkauan bantuan menjadi lebih merata. Namun, jumlah penerima justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, bantuan hanya diberikan kepada 1.000 warga, turun dari 1.154 penerima pada 2025.
Penurunan tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang tersedia. Dengan total dana Rp1,4 miliar, setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan metode berbeda dari sebelumnya. Tahun ini, Dinsos Bantul menggunakan sistem virtual account (VA) untuk memudahkan distribusi.
Melalui skema ini, pendamping di tingkat kalurahan akan menerima VA yang kemudian diserahkan kepada warga penerima. Bantuan tersebut tidak dicairkan dalam bentuk uang tunai, melainkan ditukar dengan kebutuhan pokok di warung pangan warga.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Bantul, Sujarwo, menambahkan bahwa penyaluran bantuan berlangsung selama lima bulan, mulai April hingga Agustus 2026.
Ia menyebut distribusi untuk bulan April telah selesai dilakukan kepada seluruh penerima yang terdata.
“Sebagian penerima tahun lalu ada yang tidak mendapatkan lagi karena sudah menerima bantuan dari sumber lain, tetapi mayoritas masih sama,” katanya.
Dari sisi sebaran wilayah, penerima terbanyak tercatat di Kapanewon Sewon dengan 150 orang, disusul Kapanewon Sedayu sebanyak 131 orang. Sementara jumlah penerima paling sedikit berada di Kapanewon Pajangan dan Piyungan, masing-masing 22 orang.
Meski demikian, data penerima bersifat dinamis. Setiap bulan jumlahnya bisa berubah mengikuti kondisi di lapangan, seperti adanya penerima yang meninggal atau perubahan status ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1