Viral Medsos, Moonafight Bantah Tuduhan Intimidasi dan Ancam Perempuan
Moonafight bantah tuduhan intimidasi dan ancaman pembunuhan terkait kasus viral dugaan keguguran di media sosial.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggulirkan bantuan sosial Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) senilai Rp1,4 miliar pada 2026. Kali ini, sasaran penerima diperluas, tidak hanya warga miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan lain.
Program ini kembali dijalankan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Skema bantuan tahun ini mengalami perubahan, terutama pada kriteria penerima manfaat.
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial Bantul, Jazim Ahmadi, menjelaskan bahwa penerima kini mengacu pada data masyarakat miskin dalam Sistem Informasi Data Menuju Sejahtera (Sidamesra).
“Penerima tidak hanya miskin ekstrem, tetapi juga masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan sejenis dari APBD kabupaten, provinsi, maupun dana desa,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Perubahan ini membuat jangkauan bantuan menjadi lebih merata. Namun, jumlah penerima justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, bantuan hanya diberikan kepada 1.000 warga, turun dari 1.154 penerima pada 2025.
Penurunan tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang tersedia. Dengan total dana Rp1,4 miliar, setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan metode berbeda dari sebelumnya. Tahun ini, Dinsos Bantul menggunakan sistem virtual account (VA) untuk memudahkan distribusi.
Melalui skema ini, pendamping di tingkat kalurahan akan menerima VA yang kemudian diserahkan kepada warga penerima. Bantuan tersebut tidak dicairkan dalam bentuk uang tunai, melainkan ditukar dengan kebutuhan pokok di warung pangan warga.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Bantul, Sujarwo, menambahkan bahwa penyaluran bantuan berlangsung selama lima bulan, mulai April hingga Agustus 2026.
Ia menyebut distribusi untuk bulan April telah selesai dilakukan kepada seluruh penerima yang terdata.
“Sebagian penerima tahun lalu ada yang tidak mendapatkan lagi karena sudah menerima bantuan dari sumber lain, tetapi mayoritas masih sama,” katanya.
Dari sisi sebaran wilayah, penerima terbanyak tercatat di Kapanewon Sewon dengan 150 orang, disusul Kapanewon Sedayu sebanyak 131 orang. Sementara jumlah penerima paling sedikit berada di Kapanewon Pajangan dan Piyungan, masing-masing 22 orang.
Meski demikian, data penerima bersifat dinamis. Setiap bulan jumlahnya bisa berubah mengikuti kondisi di lapangan, seperti adanya penerima yang meninggal atau perubahan status ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Moonafight bantah tuduhan intimidasi dan ancaman pembunuhan terkait kasus viral dugaan keguguran di media sosial.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.