PT KAI Terus Bertransformasi, Layanan Digital Makin Jadi Andalan
Transformasi PT KAI mengubah layanan kereta dari boarding pass hingga Face Recognition Boarding dan aplikasi Access by KAI.
Obelix Sea View
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak hanya 14 perusahaan yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Meski baru ada 14 perusahaan namun total produk yang didaftarkan di sistem informasi industri nasional mencapai ratusan. Kepemilikian sertifikat tersebut akan sangat membantu industri apabila ingin ikut dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.
Kepala DPKUKMTK Gunungkidul, Supartono mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia sedang berupaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Sebab itu semua pengadaan barang dan jasa di pemerintahan diwajibkan menggunakan produk dalam negeri.
BACA JUGA: Berbekal Keindahan Alam, Pariwisata Jadi Pilar Pembangunan dan Investasi Gunungkidul
“Spesifiknya lagi produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN tadi,” kata Supartono dihubungi, Selasa (26/3/2024).
Supartono menambahkan pihaknya juga memberikan sosialisasi dan fasilitasi terkait pendaftaran sertifikat TKDN. Asesor yang digandeng DPKUKMTK dalam fasilitasi beberapa waktu lalu yaitu Balai Batik Yogyakarta.
Dia menerangkan bahwa upaya mendorong perusahaan agar memiliki sertifikat TKDN kadang menemui kendala. Salah satu kendala yang kerap terjadi yaitu terbatasnya literasi digital. Sebab itu, cukup banyak pemilik perusahaan yang tidak tertarik mengurus.
“Harapannya bagi para pengusahan seperti industri yang mau ikut dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah ya harus memiliki sertifikat TKDN,” katanya.
Subkor Perekonomian, Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani salah satunya adalah dengan menggunakan produk dalam negeri atau produk lokal Gunungkidul.
“[Contoh kegiatan] misal P3DN [Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri]. Kami di Setda fungsinya mengkoordinasikan. Nanti untuk pelaksanaan teknis di OPD-OPD yang terkait sesuai Tupoksi masing-masing,” kata Sigit.
Sebelumnya, Kepala BPS Gunungkidul, Joko Prayitno mengatakan laju pertumbuhan ekonomi Gunungkidul 2023 menyentuh angka 5,04%. Meski angka tersebut turun namun jumlah barang dan jasa naik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi PT KAI mengubah layanan kereta dari boarding pass hingga Face Recognition Boarding dan aplikasi Access by KAI.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.