Jelang Lebaran, Penjual Selongsong Ketupat Banjir Pesanan

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 08 April 2024 19:17 WIB
Jelang Lebaran, Penjual Selongsong Ketupat Banjir Pesanan

Penjual selongsong ketupat lebaran beraktivitas di kawasan Pasar Kranggan, Senin (8/4/2024). (email)

Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang lebaran penjual selongsong ketupat di kawasan Pasar Kranggan, Kota Jogja banjir pesanan dan diserbu oleh pembeli. Pedagang dadakan ini berjualan di trotoar di sekitaran pasar dan sudah mulai muncul H-7 lebaran. 

Salah satunya pasangan suami istri Kabul dan Sumari yang berasal dari Jatinom, Klaten. Keduanya mengaku sudah sering berjualan selongsong ketupat di Pasar Kranggan jelang lebaran. 

BACA JUGA: Pedagang Kaliurang Ketahuan Nuthuk, Dinas Pariwisata Sleman Ancam Cabut Izin Usaha

Biasanya mereka membawa janur dari Klaten dan merakit selongsong ketupat itu di trotoar sambil berjualan. Lantaran sudah terbiasa, tangan mereka cekatan membuat selongsong ketupat. Tak sampai dua menit satu selongsong ketupat sudah jadi. 

Keduanya mengaku permintaan terhadap selongsong ketupat sudah mulai naik jelang lebaran ini. Bahkan hari ini saja belum sampai setengah hari berjualan, mereka sudah menjual 500 selongsong ketupat. 

"Satunya dijual Rp1.000, sepaket 10 biji jadi dihargai Rp10.000. Janurnya dari Klaten. Kalau sehari bisa lebih dari 500 selongsong lakunya, jualan dari pagi saja," katanya, Senin (8/4/2024). 

Kabul mengatakan, biasanya dirinya berjualan sejak H-7 sampai dengan satu hari menjelang lebaran. Rutinitas berjualan selongsong ketupat lebaran di Pasar Kranggan itu sudah dijalaninya sejak lama bersama sang istri. 

"Sudah lama jualan di sini, tiap lebaran pasti jualan di sini," ujarnya.

Resan warga Godean, Sleman mengaku setiap lebaran pasti lebih memilih membeli selongsong ketupat dan memasaknya sendiri dibandingkan membeli yang sudah jadi. Rasanya, kata dia lebih enak jika dimasak sendiri. 

BACA JUGA: Dipar Bantul Perkirakan Ribuan Orang Bakal Padati Pantai Selatan untuk Padusan

Santapan ketupat biasanya dinikmati umat muslim sebelum atau setelah melaksanakan salat ied sewaktu lebaran. Ketupat dicampur dengan opor ayam untuk dinikmati bersama keluarga. 

"Paling buatnya 10 sampai 15 ketupat saja, dimakan bersama keluarga aja setelah salat ied, kadang sebelum salat makan trus sesudah salat makan lagi," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online