Wisata Jogja Masih Menumpuk di Malioboro, Dorong ke Kampung Wisata
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Suasana lomba takbir keliling menyambut Idulfitri 1444 Hijriah pada Kamis (20/4/2023) malam di Desa Blawong, Trimulyo, Jetis, Bantul. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Muhammadiyah Bantul mengimbau warga menyelenggarakan malam takbiran dengan tertib untuk menciptakan situasi kondusif.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul Aris Syamsugito memaparkan warga tidak usah terlalu malam dalam menyelenggarakan malam takbiran agar tidak mengganggu warga yang lain.
“Pawai dilakukan dengan tetib dan tetep memperhatikan kepentingan orang lain, memperhatikan sisi keamanan dan tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya, Selasa (9/4/2024).
Penyelenggaraan malam takbiran dilakukan tersebar ke beberapa titik di Bantul. Masing-masing jemaah masjid akan mengadakan pawai malam takbiran sendiri-sendiri, tidak ada yang terpusat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beberapa lokasi di Bantul yang akan menggelar pawai malam takbiran antara lain Takbir Keliling Imogiri di Pasar Lama Imogiri-Lapangan Demi Imogiri, Karnaval Takbir Potorono di Lapangan Mertosanan-Lapangan Potorono, dan Festival Takbir PHBI Pleret di Lapangan Sultan Agung Kapanewon Pleret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.