11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Santri Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Novaliadi sedang menunjukkan kandang domba yang menjadi lokasi pencurian di Padukuhan Bulak Salak, Cangkringan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Domba yang diduga dicuri berjumlah tiga belas ekor dan hampir semuanya jantan dengan ukuran siap sembelih.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 13 domba milik Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh, Padukuhan Bulak Salak, Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman hilang pada Jumat (12/4/2024) sekitar pukul 03.10 WIB. Domba-domba tersebut merupakan salah satu unit usaha Ponpes.
Salah satu santri Ponpes Bahrul Maghfiroh, Novaliadi mengatakan santri di Ponpes tersebut mayoritas mudik dan menyisakan dia dan dua temannya. Novaliadi mengaku baru mengetahui hilangnya belasan domba tersebut pada pukul 08.00 WIB setelah seorang peternak memberitahunya.
“Awalnya ada 25 ekor. Domba yang dicuri itu hampir semuanya jantan berukuran besar dan siap untuk kurban Iduladha,” kata Novaliadi ditemui di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Jumat (12/4/2024).
Satu domba tersebut dia perkirakan memiliki nilai jual Rp4 juta – Rp6 juga. Dia menceritakan ternak domba tersebut merupakan unit usaha Ponpes yang dirintis sejak dua tahun lalu. Awalnya, domba yang diternak hanya lima ekor dan beranak pinak.
Baca Juga
Mencegah Pencurian, Warga Bisa Titip Sepeda Motor di Polres Bantul
H-2 Lebaran Rumah Dibobol Maling, Barang Berharga Senilai Ratusan Juta Rupiah Raib
Jelang Lebaran Kriminalitas Naik, Warga Diminta Pasang CCTV
Setelah mengetahui domba-domba tersebut hilang, pukul 09.00 WIB, Novaliadi membuat laporan ke Polsek Cangkringan. Polisi kemudian turun ke lapangan untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Melalui hasil olah TKP, Novaliadi mengetahui bahwa pagar sliding Ponpes sempat diikat dengan kawat oleh pelaku.
Novaliadi juga telah mengecek CCTV di sisi selatan Ponpes. Melalui CCTV, ada sebuah mobil grand max silver 03.10 WIB. Meski masih dugaan, menurut dia hanya ada mobil tersebut yang ada di sekitar Ponpes.
Santri lain, Temi Saputra mengatakan polisi juga menemukan barang bukti tali pengikat kaki domba. Dia menjelaskan tali tersebut memang diikatkan pada kaki domba agar antardomba tidak berkelahi. Pasalnya, domba-domba tersebut berada pada satu kandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret