Menimba Makna di Sumur Tanpa Dasar, Kolaborasi Teater JB & PL
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
Gedung DPRD Bantul./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Fraksi Partai Gerindra DPRD Bantul harus merelakan dua kursinya yang saat ini kosong akan tetap kosong sampai masa bakti anggota DPRD Bantul 2019-2024 selesai pada 13 Agustus 2024 mendatang.
Pasalnya, ada aturan yang mengatur jika sudah masuk Maret 2024 atau kurang dari enam bulan kerja, partai politik tidak bisa melakukan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD. Partai hanya bisa memberhentikan anggota namun tidak bisa mengisinya kembali.
Adapun dua kursi yang kosong tersebut adalah kursi yang diduduki oleh Petrus Lanjar Wijiyono (meninggal dunia) dan Novi Saharti (meninggal dunia).
Sekretaris DPRD Bantul Prapta Nugraha mengatakan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.12/2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, maka partai tidak bisa melakukan PAW anggota DPRD Bantul.
Partai hanya bisa memberhentikan anggota namun tidak bisa mengisinya kembali. “Untuk itu, untuk kedua kursi yang kosong di Fraksi Partai Gerindra tidak bisa diisi. Dan, harus dibiarkan kosong sampai pelantikan anggota dewan yang baru pada 13 Agustus 2024 mendatang,” kata Prapta, Rabu (17/4/2024).
Prapta menambahkan, sejauh ini DPC Partai Gerindra Bantul telah paham dan mengetahui perihal adanya aturan tersebut. Hal itulah yang menbuat sampai saat ini belum ada permintaan dari DPC Partai Gerindra Bantul terkait PAW untuk posisi dua kursi yang kosong. “Karena sampai saat ini dari Partai Gerindra juga belum ada surat terkait PAW untuk kedua anggota dewan yang meninggal tersebut,” lanjut Prapta.
Menurut Prapta, dengan meninggalnya Petrus Lanjar Wijiyono dan Novi Saharti, maka sesuai dengan PP No.12/2018, otomatis gaji dan tunjangan yang selama ini didapatkan akan dihentikan. Selain itu, keduanya tetap akan mendapatkan jasa pengabdian. Untuk anggota dewan yang meninggal dunia dengan masa kerjanya kurang dari lima tahun, mendapatkan 5 kali uang representasi. “Untuk yang lebih dari lima tahun, maksimal mendapatkan enam kali uang representasi,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DIY yang juga Wakil Ketua I DPRD Bantul Nur Subiyantoro mengatakan Petrus Lanjar Wijiyono dan Novi Saharti saat ini sudah dianggap sebagai anggota DPRD Bantul berhalangan tetap.
Untuk itu, kata Nur, tidak ada surat yang dilayangkan ke Setwan. Tetapi untuk caleg terpilih yang meninggal sebelum pelantikan, nanti DPC akan mengirimkan surat ke DPP. “Nanti DPP akan keluarkan surat ke KPU yang ditembuskan ke Gubernur untuk penggantian,” ucap Nur.
BACA JUGA: Kabar Duka: Petrus Lanjar Meninggal Dunia, KPU dan Gerindra Bantul Akan Komunikasi untuk Penggantian
Diketahui, Petrus Lanjar Wijiyono meninggal dunia pada Minggu (14/4/2024) pukul 15.35 WIB di RS Panti Rapih Yogyakarta.
Menurut Ketua DPC Gerindra Bantul Datin Wisnu Pranyoto, pria kelahiran 12 November 1975 tersebut meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta. Petrus awalnya mengalami serangan strok dan membuat pembuluh darahnya pecah, pada Jumat (12/4/2024) pukul 17.00 WIB. "Jadi kejadian itu pas ada Syawalan di rumahnya. Setelah itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Dan, tadi pukul 15.35 WIB meninggal dunia," terang Datin.
Belum ada sebulan, Fraksi Gerindra Bantul juga kehilangan anggotanya, Novi Sarhati. Berbeda dengan Lanjar, yang pada Pemilu 2024 kali ini kembali terpilih, Novi Sarhati yang meninggal pada dua pekan lalu itu gagal terpilih kembali pada Pemilu 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.