Gedongtengen Jogja Siapkan Wisata Edukasi dari Pertanian Perkotaan
Kemantren Gedongtengen menyiapkan pertanian perkotaan sebagai wisata edukasi berbasis masyarakat melalui kolaborasi Poktan, KWT, dan Pokdarwis.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Ribuan calon jemaah haji asal Bantul dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada pertengahan Mei 2024.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Shidqi menyampaikan gelombang pertama jemaah haji asal Jateng DIY akan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Solo pada 12 Mei 2024. Sementara menurut Ahmad memperkirakan gelombang keberangkatan awal tersebut untuk jemaah haji asal Jawa Tengah.
Sementara jemaah haji asal DIY berangkat perkiraan sekitar pertengahan Mei 2024. "Kemarin perkiraan jemaah haji dari DIY berangkat pada 20-25 Mei [2024], namun masih menunggu kepastian pembagian kloter," ujarnya, Kamis (18/4/2024).
Dia menyampaikan saat ini masih dalam tahap pengkolteran jemaah haji. Dia menyampaikan akan ada 1.035 orang jemaah haji asal Bantul yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Nantinya, jemaah haji tersebut akan dibagi dalam tiga kloter.
Dalam satu kloter terdiri dari 352 jemaah haji. Setiap kloter akan didampingi 8 petugas haji terdiri dari ketua kloter, pembimbingan ibadah, dokter, paramedis, dan pendamping daerah dari pemerintah pusat dan daerah.
Dia menyampaikan hingga saat ini 1.035 orang jemaah haji yang akan berangkat tersebut telah melunasi biaya haji. Mereka pun telah menjadi pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, dan kolesterol, sebelum melunasi biaya haji tersebut. Sehingga, menurut Ahmad, seluruh jemaah haji sudah dipastikan memenuhi ketentuan kesehatan yang disyaratkan.
BACA JUGA: Hendak Tawuran, Lima Remaja Ditangkap Polisi di Bantul
Meski begitu, menjelang keberangkatan jemaah haji juga akan menjalani pengecekan kesehatan kembali sebelum memasuki embarkasi. Selain itu, jemaah haji juga akan diberikan vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dia menuturkan dari jumlah 1.035 orang jemaah haji tersebut, sekitar 35 persennya merupakan lansia, atau berusia lebih dari 65 tahun. Dari jumlah tersebut, usia tertua jemaah haji yang akan berangkat yaitu 94 tahun, dan usia termuda sekitar 20 tahun.
Ahmad menyampaikan bagi jemaah haji lansia yang memerlukan pendampingan, dan ingin penggabungan dapat mengajukan ke Kemenag Bantul. Hingga saat ini telah ada sekitar 51 orang jemaah haji yang mengajukan pendampingan dan penggabungan. Pendampingan dapat diajukan oleh jemaah lansia yang memerlukan pendamping, sementara penggabungan dapat diajukan jemaah haji apabila menginginkan berangkat haji bersama dengan anggota keluarganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemantren Gedongtengen menyiapkan pertanian perkotaan sebagai wisata edukasi berbasis masyarakat melalui kolaborasi Poktan, KWT, dan Pokdarwis.
PSEL Piyungan diperkirakan membutuhkan investasi Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028 untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Syafiq Raif Muzaffar, siswa SLB di Bantul, meraih Juara I Nasional FLS3N Diksus kategori seni lukis melalui karya bertema budaya Yogyakarta.
SPPG Karangwuni mendukung investigasi menyeluruh dugaan keracunan MBG di SMP Negeri 3 Wates, termasuk sanitasi kantin dan SOP distribusi makanan.
Kejagung menjelaskan sprindik baru TPPU terhadap Febrie Adriansyah diterbitkan setelah temuan 74 kilogram emas dan uang valuta asing.
IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.196,43 akibat meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah dan tarif baru Amerika Serikat.