KUHP Baru Kenalkan Pidana Kerja Sosial, Warga Diberi Pemahaman
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
Pandika Kamajaya dalam konser tunggal Melangkah di Mangunan, Bantul, Minggu (10/9/2023). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, BANTUL–Selama lebaran 2024 kunjungan wisatawan di Kawasan Mangunan lebih rendah dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Branding destinasi wisata yang kurang gencar dinilai jadi penyebab penurunan kunjungan wisata tersebut.
Berdasarkan data Koperasi Notowono ada 15.753 orang yang berkunjung ke Kawasan Mangunan pada lebaran 2024. Dari jumlah tersebut, destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi yaitu Pinusari mencapai 7.386 orang, Hutan Pinus Pengger mencapai 4.020 orang, dan Puncak Becici mencapai 3.057 orang.
Sementara Lebaran 2023 ada 27.805 orang yang berkunjung ke Kawasan Mangunan. Dari jumlah tersebut, destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi yaitu Pinusari mencapai 12.318 orang, pengunjung Hutan Pinus Pengger mencapai 6.489 orang, dan pengunjung Puncak Becici mencapai 5.454 orang.
Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono menilai penurunan jumlah kunjungan wisata yang signifikan tersebut disebabkan karena branding atau pengemasan wisata di Kawasan Mangunan kurang gencar. “Ide daya tarik baru kami belum ada. Sebelum lebaran kami belum ada branding secara khusus hal yang baru yang menjadi daya tarik. Itu mempengaruhi,” ujarnya, Kamis (18/4/2024).
Dia menilai pertumbuhan destinasi wisata berbasis alam sangat pesat belakangan. Menurutnya, saat ini banyak destinasi wisata berbasis alam dengan inovasi daya tarik wisata yang mulai bermunculan di sekitar DIY. Sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan tidak terpusat, atau menyebar ke berbagai destinasi wisata tersebut.
Baca Juga
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Objek Wisata Mangunan selama Lebaran
Kawasan Mangunan Terapkan Sistem Satu Arah Khusus untuk Bus Pariwisata
Mudik Lebaran Lalu Lintas Jalan Wonosari Bantul Bakal Direkayasa, Ini Detailnya
Dia menilai setelah Covid-19, destinasi wisata di Kawasan Mangunan belum menunjukan peningkatan wisatawan yang signifikan. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran destinasi wisata Kawasan Mangunan belum menyajikan banyak informasi.
“Wisata buatan yang berbasis inovasi kreativitas agak beda dengan tempat lain yang sudah menjadi tujuan tidak berbasis inovasi kreatifitas, seperti pantai yang sudah punya daya tarik bawaan. Kalau bicara inovasi buatan kalau tidak ada perkembangan inovasi signifikan ini menyebabkan penurunan kunjungan,” paparnya.
Dia menuturkan pihaknya tengah merancang event tahunan untuk menarik minat wisatawan. Dalam event tersebut, kebudayaan DIY akan ditonjolkan untuk menjadi daya tarik utama.
“Ini menjadi tantangan kami, kami harus mencari solusi untuk mencari daya tarik baru untuk menjadi pilihan daya tarik wisata tempat kami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.