Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Anggota Tagana berlomba mendirikan tenda darurat, dalam HUT Tagana, di halaman Balaikota Jogja, Sabtu (20/4/2024)/ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 50 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-DIY berlomba-lomba memasang tenda darurat kebencanaan di Lapangan Balaikota Jogja, Sabtu (20/4/2024). Lomba memasang tenda ini merupakan rangakaian HUT ke 20 Tagana.
Pemasangan tenda tersebut terdiri dari lima tim, dan setiap timnya memiliki 10 anggota. Para peserta diwajibkan dapat menyelesaikan pemasangan tenda dengan rentang waktu maksimal 10 menit. Para anggota Tagana terlihat dengan kompak memasang tenda-tenda tersebut.
BACA JUGA : Lansia di Jogja Hilang di Sungai Code
Pembina Kehormatan Tagana DIY, KPH Notonegoro menjelaskan kerjasama antar sumber daya manusia sangatlah penting dalam menyikapi sebuah bencana. Selain itu, faktor teknis dan non teknis yang tidak segera diselesaikan bisa menjadi penghambat dalam penanggulangan bencana.
“Seperti halnya keterbatasan anggaran, armada yang sudah usang, dan pengembangan kapasitas yang minim. Inilah catatan awal tahun yang harus kita pahami, termasuk salah satu relawan sosial yang dibina oleh Dinas Sosial DIY, yaitu Tagana,” kata dia.
Ia berharap, dengan usia Tagana ke-20, Tagana dapat menghadapi setiap dinamika dan tantangan dengan lebih profesional dan akuntabel. Selain itu, etos dan spirit relawan berbasis kearifan lokal harus diaktualisasikan dan diselaraskan d engan perubahan global.
“Anggota Tagana selama ini sudah bekerja tanpa pamrih, terimakasih dan apresiasi kepada anggota tagana kiprahnya dalam penanggulangan bencana. Semoga HUT Ke-20 Tagana menjadi ajang konsolidasi, tukar informasi, merefleksi diri dan membangun yang lebih baik,” katanya.
Penjabat Walikota Jogja, Singgih Raharjo, mengatakan anggota Tagana harus memiliki kesiapsiagaan yang sangat penting dilakukan saat terjadinya bencana. Sehingga apa yang dilakukan Tagana selama ini sangat bermanfaat dalam membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang kebencanaan.
“DIY merupakan daerah rawan bencana. Semoga dengan kegiatan yang telah dilalui dapat senantiasa anggota Tagana selalu bersiaga apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, serta selalu sigap dalam penanggulangan bencana, seperti yang telah dilaksanakan efektif selama ini,” katanya.
BACA JUGA : Banjir Demak Belum Surut, Jumlah Pengungsi Ribuan Orang
Ia berharap, dengan bertambahnya usia, Tagana se-DIY dapat memberikan kontribusi yang positif, bersinergi dalam hal penanggulangan bencana, berkomitmen melayani masyarakat, serta meningkatkan wawasan, keterampilan, dan responsivitasnya bagi segenap sukarelawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.
Harga emas perhiasan hari ini Jumat 31 Juli 2026 naik tipis. Emas 24 karat di Lakuemas Rp2,227 juta dan Rajaemas Rp2,265 juta per gram.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.