Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman mencatat antrean haji mencapai 33 tahun. Hal ini berarti warga yang mendaftar sekarang diperkirakan baru berangkat pada 2057 mendatang.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan, antusias warga Sleman untuk menunaikan Ibadah Haji sangat tinggi. Hal ini terlihat dari kuota pemberangkatan yang mencapai lebih dari 1.000 jemaah di setiap tahunnya.
Menurut dia, jumlah warga yang mendaftar juga terus bertambah sehingga berdampak terhadap daftar tunggu untuk pemberangkatan. “Pernah ada yang daftar 3.500 orang dalam setahun. Memang fluktuatif tiap tahunnya dan antusiasme juga tinggi,” kata Sidik kepada wartawan, Minggu (21/4/2024).
Dia menjelaskan, hingga saat ini daftar calon haji yang belum berangkat di Sleman sekitar 33.000-40.000 orang. Diperkirakan daftar tunggu pemberangkatan mencapai 33 tahun.
“Jadi kalau daftar sekarang, kemungkinan berangkat ke Tanah Suci baru di 2057,” katanya. Menurut Sidik, tahun ini ada 1.133 calon haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Berdasarkan nomor daftar tunggu, calon Jemaah yang berangkat merupakan warga yang mendaftar di 2012 dan 2013 lalu.
BACA JUGA: RSUD Panembahan Senopati Bantul Segera Diperluas Menggunakan Tanah Kas Desa
“Antrean Panjang tidak hanya di Sleman, tapi daerah lain juga mengalami yang sama,” katanya. Meski daftar tunggu hingga 33 tahun, namun ia mengakui setiap tahunnya ada kemudahan bagi calon haji yang masuk kelompok lanjut usia. Sidik mencontohkan, di 2024 terdapat kuota khusus bagi lansia sebanyak 5%.
“Tahun ini ada kemudahan bagi lansia sebanyak 60an orang. Kemudian jatah itu diberikan ke lansia dengan usia 80 tahun ke atas,” katanya.
Disinggung mengenai persiapan haji di 2024, ia mengakui persiapan sudah memasuki tahap final. Seluruh Jemaah telah melunasi biaya perjalanan dan akomodasi perjalan juga sudah diurus. “Untuk manasik juga telah dilakukan dan sekarang tinggal menunggu pemberangkatan,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah menambahkan, total biaya ibadah yang dibutuhkan tahun ini berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.