Pria Lansia Meninggal di Hotel Parangtritis Saat Bersama Perempuan
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Logo PDIP /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—PDIP DIY menegaskan terbuka untuk bekerja sama dengan partai lain dalam Pilkada 2024 mendatang meski menjadi pemenang suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif di tiga kabupaten dan satu kota di DIY.
Proses penjaringan terhadap calon kepala daerah yang diusung masih berlangsung sampai sekarang dan ditutup pada 31 Mei mendatang.
Sekretaris PDIP DIY Totok Hedi Santosa menjelaskan sudah memerintahkan kepada seluruh DPC untuk membuka penjaringan calon kepala daerah yang nantinya bakal diusung oleh partai berlambang banteng itu.
Ia menyebut PDIP DIY mengutamakan kader sendiri yang bakal bertarung di Pilkada nanti, tetapi tetap membuka diri terhadap tokoh luar partai yang ingin maju lewat partai tersebut.
"Meskipun di Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Kota Jogja bisa mengusung calon sendiri karena memenuhi syarat, tetapi tidak menutup kemungkinan kami bekerja sama dengan partai lain yang se-ideologi," ujarnya, Selasa (23/4/2024).
BACA JUGA: Menguat Sinyal Megawati Mau Bertemu Prabowo Setelah Rakernas PDIP
Totok menyebut, kerja sama dengan partai lain itu melihat pertimbangan garis politik yang diusung oleh keduanya. Harus ada kesamaan ideologi dan visi misi dalam menatap Pilkada 2024 yakni membangun kesejahteraan masyarakat berdasarkan potensi di setiap wilayah.
"Namun kalau dari struktur partai di tingkat kabupaten kota ada yang mau mencalonkan diri di Pilkada segera melaporkan ke kami, agar segera ditindaklanjuti untuk menyusun strategi pemenangan," jelasnya.
Totok menyebut, sampai sekarang belum ada nama-nama yang dilaporkan oleh DPC yang sudah mendaftar untuk ikut serta dalam Pilkada 2024 nanti. Sejumlah nama yang santer disebutkan seperti Fajar Gegana di Kulonprogo, Joko Purnomo di Bantul, Singgih Raharjo di Kota Jogja, atau Harda Kiswaya di Sleman, disebut Totok masih masih sebatas isu.
"Kami pastikan tidak ada mahar untuk maju lewat PDIP. Karena kami sifatnya gotong royong memenangkan Pilkada, dari struktur partai, legislatif dan eksekutif harus dimaksimalkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
KPK melimpahkan berkas dakwaan Yaqut Cholil Qoumas ke PN Jakarta Pusat. Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji kini menunggu jadwal.
Pemerintah menggelar HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN serta mengundang seluruh tokoh bangsa menghadiri upacara 17 Agustus 2026.
Turkiye menargetkan jalur alternatif Selat Hormuz melalui Irak selesai dalam tiga tahun untuk memperkuat perdagangan menuju Eropa.
MK menetapkan anggaran MBG dipisahkan dari dana pendidikan paling lambat 2028. BGN memastikan akan mengikuti kebijakan pemerintah.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mulai dihuni siswa, termasuk anak yang sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya.