Krisis Air Memburuk, Pemkab Sleman Siap Naikkan Status Kekeringan
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat total kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari–April 2024 mencapai 527 kasus dengan dua angka kematian. Angka tersebut melonjak dibandingkan total kasus DBD sepanjang 2023 yang hanya menyentuh angka 260 kasus dengan satu kematian.
Pada dua bulan pertama tahun ini ada total 220 kasus dengan dua dua kematian. Dua kematian tersebut adalah anak berumur 5 tahun dan 10 tahun. Sedangkan dua bulan kedua ada total 247 kasus. Hanya, angka kasus bulan April masih belum final, masih ada data yang akan dientri pada pekan pertama Mei 2024.
Adapun total kasus DBD pada 2022 ada 457 kasus dengan tiga kematian. Sedangkan, pada 2021 ada 189 kasus dengan tiga kematian.
Pada kesempatan sebelumnya, Dinkes mengaku khusus kasus DBD pada Januari dan Februari 2024, kapanewon yang menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak ada di Wonosari dan Paliyan. Banyaknya kasus di dua wilayah itu berkorelasi dengan padatnya penduduk.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan instansinya telah melakukan program intervensi seperti fogging focus dan edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PSM). Masih ada enam lokasi yang akan disasar program fogging focus. “Fogging focus ini pelaksanaannya kondisional mengacu pada lokasi yang tercatat mengalami peningkatan kasus,” kata Ismono, Sabtu (4/5).
Ismono belum menjawab sebab lonjakan kasus tersebut. Hanya saja, penurunan kasus DBD dari Maret ke April 2024, menurut dia disebabkan karena berkurangnya curah hujan di musim kemarau. Genangan air pun mengering dan tidak ada tempat untuk nyamuk aedes aegypti berkembang biak.
Adapun, ketersediaan abate atau obat pembunuh larva nyamuk di Dinkes Gunungkidul menipis. Tahun ini pun, Dinkes tidak melakukan pengadaan abate karena keterbatasan anggaran.
Disinggung perihal program nyamuk ber-wolbachia, Ismono mengaku nyamuk tersebut efektif mencegah munculnya penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.
Wolbachia merupakan sebuah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti.
Akhir bulan Maret 2024, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengaku penggunaan nyamuk ber-Wolbachia memang belum pernah diterapkan di Bumi Handayani. Salah satu kendalanya yaitu keterbatasan anggaran. “Kami belum ada bayangan ke arah penggunaan nyamuk Wolbachia juga. Anggaran pengendalian di sini saja masih ngos-ngosan,” kata Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.