Bantul Dapat 1 Kuota Transmigrasi, Berangkat Akhir 2026 ke Polewali Mandar
Satu keluarga Bantul akan transmigrasi ke Polewali Mandar akhir 2026. Pemkab memastikan rumah dan lahan usaha telah siap.
Sejumlah pemain PSIM menjalani latihan persiapan menjelang menghadapi PSMS Medan, Selasa (30/1/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM membeberkan alasan memilih Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih kepala Laskar Mataram yang baru untuk Liga 2 musim 2024/2025. Seto memang bukan nama baru bagi publik sepak bola Jogja, tetapi aktif kembalinya pelatih berlisensi AFC Pro di dunia si kulit bundar banyak dipertanyakan khalayak.
Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna mengatakan, pihaknya percaya Seto merupakan sosok yang tepat untuk memimpin tim. Ia menyebut, Seto dipilih karena sudah memiliki DNA PSIM Jogja, pemahaman yang mendalam mengenai budaya tim dan bagaimana ia bisa diterapkan untuk membawa Laskar Mataram ke level permainan yang lebih tinggi.
BACA JUGA: PSIM Jogja Mulai Siapkan Susunan Tim Untuk Liga 2 Musim Depan
“Sebagai putra asli DIY, Coach Seto sudah memiliki DNA PSIM Jogja. Kami ingin PSIM Jogja bermain lebih cantik, lebih atraktif. Kami ingin PSIM Jogja punya karakter bermain yang agresif, menyerang, dan dari kaki ke kaki. Semoga dengan kedatangan Seto, bisa membawa PSIM Jogja memenuhi target tim,” kata Razzi, Selasa (7/5/2024).
Di sisi lain, Seto memang sempat absen cukup lama di dunia sepak bola. Sempat terjun ke politik praktis, tetapi kini dirinya kembali berkutat dengan lapangan hijau. Kembalinya Seto menukangi PSIM tak lepas dari restu keluarganya. Sang istri dan anak-anak memberinya motivasi untuk mengambil peran sebagai pelatih dan menerima pinangan PSIM Jogja.
“Satu pastinya karena restu dari keluarga. Itu yang paling penting. Keihklasan, ketulusan, dan doa restu dari istri dan anak-anak. Sebelumnya saya sempat terpikirkan ingin mengakhiri karier di sepak bola. Mungkin di usia muda oke, tapi untuk profesional mungkin sudah selesai,” ujar Seto.
Penunjukan Seto sebagai pelatih juga disambut positif oleh para pendukung setia PSIM Jogja. Mereka berharap ia mampu membawa filosofi permainan yang segar dan membangkitkan performa tim. Para pendukung Laskar Mataram menantikan bagaimana Seto akan menerjemahkan visinya ke dalam strategi yang efektif dan bagaimana ia menghadapi tantangan yang ada.
Kembali memimpin tim sepak bola di tengah ekspektasi tinggi tentu bukan tugas yang mudah. Namun, Seto tampak optimis dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Pengalaman yang dimilikinya, baik sebagai pemain maupun pelatih, diharapkan dapat menjadi modal berharga dalam membangun kembali kepercayaan dan performa tim di musim mendatang.
Seperti yang disampaikan oleh sang istri kepada Seto saat menerima pinangan PSIM Jogja. Sang istri berpesan agar pelatih berusia 50 tahun tersebut memiliki target dan kinerja yang jelas. “Oke, ayah boleh kembali tapi dengan target yang jelas, kinerja yang pasti,” ujar Seto menirukan pesan istrinya.
Dengan semangat yang baru dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Seto Nurdiantoro siap memimpin PSIM Jogja ke era baru yang lebih menjanjikan. Pengalaman serta restu yang diberikan padanya akan menjadi landasan kuat dalam upaya membangun tim yang solid dan kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu keluarga Bantul akan transmigrasi ke Polewali Mandar akhir 2026. Pemkab memastikan rumah dan lahan usaha telah siap.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Kenali gejala keracunan makanan, cara pertolongan pertama, tanda dehidrasi, hingga kondisi yang mengharuskan penderita ke dokter.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memberikan apresiasi khusus kepada nasabah dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026
Tunggakan gaji empat bulan eks pekerja RSGM Bantul belum dibayar sesuai perjanjian. Mereka kini mengajukan permohonan eksekusi ke PHI.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat sabu di Tambun Selatan, Bekasi. Lima tersangka ditangkap dan polisi menyita sabu serta senjata api.