RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Uji emisi yang dilakukan DLH Sleman di utara Lapangan Denggung pada Selasa (7/5/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Guna menekan polusi udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menggelar uji emisi kendaraan bermotor di utara Lapangan Denggung. Agenda yang juga masuk dalam peringatan Hari jadi Kabupaten Sleman ke-108 ini diharapkan dapat mendeteksi kendaraan-kendaraan yang belum memenuhi baku mutu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengungkapkan sebelumnya agenda uji emisi rutin diadakan oleh DLH Sleman. Hanya saja pelaksanaannya terhenti saat Covid-19. Nammn berdasarkan perhitungan terakhir, 56 persen kendaraan yang diuji kala itu telah memenuhi baku mutu.
Meski telah melebihi angka 50%, Epi menilai seharusnya capaian baku mutu bisa diperoleh pada semua kendaraan. "Harusnya kan semua. Kalau memang sesuai aturan ya harusnya semua," kata Epi di Lapangan Denggung Selasa (7/5/2024).
Hasil uji emisi yang dikantongi DLH juga bakal menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan. Salah satunya apakah DLH perlu kembali menanam tanaman di sepanjang jalan. "Agar lingkungan kita terutama yang ada di jalan ini bisa terlindungi. Dengan adanya pohon itu jika menyerap polusi," ujar dia.
BACA JUGA: Ramai Soal Kualitas Udara Jogja, Kadar Polusi Sorowajan Paling Tinggi
Sasaran uji emisi kali ini adalah mobil-mobil pelat merah dan umum. Mobil plat merah atau kendaraan dinas menjadi sasaran karena bisa diintervensi DLH. "Mesinnya harus sesuai baku mutu, kami bisa segera bisa melakukan intervensi. Tapi yang umum juga kita lakukan karena kita ingin melihat situasi di jalan itu yang nyatanya kaya apa," kata dia.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang langsung meninjau kegiatan uji emisi ini mengatakan agenda ini digelar untuk ikut mengontrol polusi udara di Sleman. Termasuk untuk melihat perawatan kendaraan sudah dijalankan secara kontinu atau tidak. "Ini juga bagian dari upaya kita bersama untuk bisa mengurangi polusi udara dalam rangka menciptakan kebersihan dan kesejukan lingkungan yang ada di Sleman," ujar dia.
Ke depannya, Danang berharap uji emisi semacam ini bisa dilakukan beberapa bulan sekali. Tujuannya sama, untuk menekan polusi udara dan melihat sejauh mana perawatan kendaraan dinas telah dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.