FHI DIY Bidik Tiket PON 2028, Siapkan Pembinaan Atlet Sejak Dini
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
Sejumlah pelajar menumpang bus angkutan umum/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY meminta kepada sekolah di wilayahnya untuk memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan saat melaksanakan study tour atau widyawisata menyusul insiden kecelakaan maut bus pengangkut rombongan pelajar Depok di jalanan Ciater, Subang, Jawa Barat pada akhir pekan lalu.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, taat terhadap prosedur merupakan hal yang paling penting dari pelaksanaan study tour tersebut. Ketika melaksanakan perjalanan jarak jauh, penyelenggara wajib melaksanakan pengecekan terhadap kendaraan yang akan digunakan.
"Pastinya cek kendaraan seperti apa yang digunakan, keamanan dan kenyamanan itu menjadi hal yang penting," kata Didik, Senin (13/5/2024).
BACA JUGA: Dinkes DIY Imbau Calon Jemaah Haji DIY Waspadai Fenomena Heat Stroke
Menurut Didik, study tour itu memang bukan suatu keharusan bagi murid dan sekolah. Pihak sekolah tidak harus menyelenggarakan kegiatan tersebut, pihaknya pun tetap mempertimbangkan keamanan, kemampuan dari masing-masing peserta didik dan tidak wajib seluruh peserta didik untuk ikut.
"Kalau study tour murni pasti ada tempat yang dikunjungi dan konteksnya memperkaya pengalaman atau memperdalam materi pembelajaran di sekolah. Misalnya kunjungan industri itu menjadi bagian yang kami dorong tapi bagaimanapun juga jangan sampai memberatkan," jelasnya.
Sementara Anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba mengatakan, pihaknya meminta kepada Disdikpora setempat untuk memperketat pemberian izin study tour ke luar kota. Apalagi setelah ujian ASPD baik tingkat SD maupun SMP di Kota Jogja nantinya berpotensi pihak sekolah menyelenggarakan study tour ke luar kota.
BACA JUGA: Pengamat Transportasi Minta Pemerintah Tegas Tindak PO Bus yang Tidak Taat Regulasi
"Hal ini harus diawasi secara ketat. Jangan sampai lengah," ujarnya.
Pelaksanaan study tour, kata dia terlebih dahulu dipastikan soal kesiapan keberangkatan, kelayakan dari armada atau kendaraan bus yang ingin digunakan dengan melibatkan dinas terkait untuk ikut melakukan pengecekan kendaraan secara tuntas dan menyeluruh serta tujuan dan manfaat dari study tour tersebut.
"Apabila dari pengecekan kendaraan dari dinas terkait menyebutkan bahwa kendaraan bus yang akan digunakan tidak layak, maka harus dipikirkan ulang. Jangan dipaksakan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.