Nadiem Luncurkan Indonesian Heritage Agency Di Vredeburg

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Jum'at, 17 Mei 2024 13:47 WIB
Nadiem Luncurkan Indonesian Heritage Agency Di Vredeburg

Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA) di Museum Benteng Vredeburg, Jogja, Kamis malam (16/5/2024) malam./ist IHA

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA) di Museum Benteng Vredeburg, Jogja, Kamis malam (16/5/2024) malam.

Turut hadir para pejabat Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, perwakilan negara sahabat, sejumlah tokoh, serta pelaku seni dan budaya. Peluncuran IHA menunjukkan komitmen gotong royong yang melibatkan semua pihak dalam upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah Indonesia.

Nadiem menjelaskan perjalanan lima tahun gerakan Merdeka Belajar dan lahirnya IHA menandai langkah bersama menuju keberlanjutan transformasi dunia pendidikan dan ekosistem kebudayaan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya peran museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran yang mendukung inisiatif Merdeka Belajar di ruang publik.

BACA JUGA: Peringati Hardiknas Terakhir, Mendikbud Nadiem Ingin Merdeka Belajar Terus Dilanjutkan

"Ini saatnya kita mengambil langkah berani untuk mentransformasi museum dan cagar budaya yang kita miliki. Ini saatnya kita menjadikan museum dan cagar budaya sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan mendukung perwujudan pembelajar sepanjang hayat,” tuturnya.

Ia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses revitalisasi dunia permuseuman dan cagar budaya Indonesia. Sebab, wajah museum saat ini terutama yang telah direvitalisasi sangat menggugah imajinasi, wawasan, dan pengetahuan pengunjung.

Nadiem mencontohkan keberhasilan revitalisasi Museum Song Terus di Pacitan yang dapat menjadi acuan bagi pengelola museum di berbagai kota di Indonesia. “Jadikan museum dan cagar budaya sebagai tujuan wisata edukasi, dan bawa serta anak-anak kita untuk mengenal dan mempelajari jati diri bangsa dan akar budayanya,” ajaknya.

Peluncuran IHA dibuka dengan sederetan pertunjukan seniman Jogja, termasuk Jogja Hip Hop Foundation. Para pengunjung juga menyaksikan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yang tercermin apik melalui berbagai penampilan yang menggabungkan elemen seni pertunjukan dan keindahan visual.

Pengunjung dan masyarakat malam itu menjadi saksi hadirnya ‘wajah’ baru Museum Benteng Vredeburg. Transformasi pada museum ini memberikan gambaran konkret tentang langkah awal standardisasi yang akan diterapkan secara bertahap pada semua museum dan cagar budaya di bawah IHA.

BACA JUGA: Menteri Nadiem Makarim Sebut ASPD Tak Sinkron dengan Kurikulum Merdeka, DPRD dan Disdikpora DIY Membantah

Kegiatan peluncuran dilanjutkan dengan kunjungan para tamu undangan ke dalam Museum Benteng Vredeburg. Mereka mengunjungi lorong-lorong yang ditata apik dan filosofis menggambarkan sejarah Museum Benteng Vredeburg di masa lampau.

Sri Sultan HB X menyampaikan selamat kepada IHA sebagai badan layanan umum pengemban visi kolaboratif, untuk mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya. “Pendirian Indonesian Heritage Agency merupakan loncatan yang monumental untuk merintis babak baru dalam saga panjang pelestarian dan pencerahan budaya,” katanya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan tugas besar untuk mengelola kebudayaan ini memang tidak mudah, salah satu tugas besar ketika kita membicarakan IHA adalah melakukan transformasi kelembagaan. “Ini adalah BLU pertama dibidang kebudayaan milik Republik Indonesia,” ujarnya.

Konsep Reimajinasi yang diusung oleh Indonesian Heritage Agency. Ada tiga aspek utama, yaitu reprograming (pemrograman ulang), redesigning (perancangan ulang), dan reinvigorating (memperkuat tata kelola).

Peluncuran IHA membawa harapan dalam kebangkitan semangat pelestarian dan pengembangan budaya. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat untuk memastikan bahwa kekayaan budaya Indonesia tetap menjadi bagian penting dari identitas nasional dan sumber inspirasi bagi semua.

“Kita membuka pintu kerja sama kepada semua pihak untuk masuk ke museum- museum guna melihat peluang-peluang bagaimana mengembangkannya sebagai rumah belajar, sumber inspirasi guna memajukan kebudayaan Indonesia,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online