Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Warga Warak Kidul sedang mengerjakan penggalian drainase di lokasi penemuan arca, Jumat (15/8/2025).
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Warak Lor, Sumberadi, Mlati, menemukan sebuah arca yang terkubur di dalam tanah pada Jumat (15/8/2025) pagi. Arca tersebut ditemukan ketika warga sedang menggali dalam pengerjaan drainase.
Arca tersebut berukuran setinggi sekitar 30 cm, berbentuk seperti manusia berjenis kelamin laki-laki, berambut panjang, hanya setengah badan dengan mengenakan aksesoris seperti zaman Kerajaan Hindu-Buddha. Pada bagian kanan atas arca sedikit hancur. Tak jauh dari lokasi penemuan tersebut warga juga menemukan sebuah batu yang diduga seperti batuan candi.
BACA JUGA: Dua Kasus Malaria Ditemukan di Gunungkidul Tahun Ini, Begini Penjelasan Dinkes
Dukuh Warak Kidul, Dimas, menjelaskan arca tersebut ditemukan ketika warga sedang mengerjakan proyek dari Kalurahan Sumberadi. “Warga sedang membuat drainase, kemarin sebenarnya sudah nampak batu ini, cuma dirasa tidak mengganggu [belum diambil],” ujarnya.
Kemudian keesokan harinya ketika pengerjaan dilanjutkan batu tersebut menghalangi pembersihan, sehingga coba dikeluarkan. “Posisinya tidur. Terus akhirnya dicongkel, makanya ada yang kena linggis terus akhirnya kok bentuknya kayak patung arca, nah itu terus diangkat,” katanya.
Arca tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 70-80 cm di bawah tanah. Setelah pengangkatan, ia melaporkan temuan ini ke pihak Kalurahan yang kemudian diteruskan Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah X.
“Terus ada petugas datang dan dipastikan. Begitu datang langsung dipastikan asli, bahwa ini arca, tidak dibikin di Muntilan misalnya [patung]. Kok bisa langsung memastikan asli, beda kok pak ini kalau batu sekarang dan dulu beda,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gelontorkan Rp60 Miliar Perbaiki Ruas Jalan yang Rusak
Di sekitar arca tersebut warga tidak menemukan arca lainnya, namun ditemukan batu yang diduga batu candi berjarak sekitar setengah meter dari titik penemuan arca. Menurutnya, di sekitar tempat itu beberapa kali memang pernah ditemukan arca.
“Kemungkinan kalau digali mungkin ada. Karena memang beberapa kali kita penemuan di sini. Kayak batu-batu candi, sudah dibawa ke Mlati juga. Jadi ini bukan yang pertama. Sudah beberapa kali, katanya dulu memang banyak candi. Termasuk di sini kemarin juga ada pojokan sini, batu tapi kayak gunungan. Udah lama itu,” kata dia.
Kepala BPK Wilayah X, Manggar Sari Ayuati, menuturkan pihaknya sudah mendapat laporan terkait penemuan ini, namun belum bisa mengidentifikasi arca tersebut. "Hanya berupa fragmen dan belum bisa teridentifikasi nama tokohnya," katanya.
Sebagai tindaklanjut, timnya akan mendatangi lokasi dan mendiskusikan penanganan selanjutnya dengan perangkat desa. "Nanti akan dibawa ke kantor dulu untuk dianalisis," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.