20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Ilustrasi Pilkada -Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah mendaftar di Partai Nasdem dan PKB, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo resmi mendaftar pada penjaringan bakal calon bupati di PDI Perjuangan Sleman. Nama Kustini, menyusul mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang terlebih dahulu mendaftar di PDIP Sleman.
Kini, ketiga orang yang pernah duduk bersama-sama di pemerintahan tersebut berebut rekomendasi bakal calon bupati dari PDIP. Kustini didampingi sejumlah pimpinan DPD PAN Sleman mengumpulkan berkas formulir penjaringan bakal calon kepala daerah pada Jumat (17/5/2024) sore. "Kedatangan saya kesini untuk mengembalikan formulir kita ambil, ikut mendaftar untuk calon bupati di PDI Perjuangan," kata Kustini usai mengumpulkan berkas.
BACA JUGA : Sisa Dana Pilkada Sleman Rp35,1 Miliar Belum Dicairkan, Begini Alasan Pemkab
Bukan tanpa alasan Kustini melamar di partai berlambang banteng ini. Pada Pilkada lalu, Kustini juga didukung PDI Perjuangan untuk melenggang di kursi Bupati yang dijabatnya saat ini.
"Kami merasa bahwa kami kemarin jadi bupati juga yang mengangkat kami adalah dari PDIP dan PAN, sehingga karena kami merasa kemarin jadi dari sana, makanya saya akan kembali PDI Perjuangan kalau memang itu direkomendasi," ungkap Kustini.
PDI Perjuangan tak menjadi satu-satunya partai yang didaftar Kustini untuk melenggang di Pilkada mendatang. Sebelumnya Kustini juga telah melamar di Partai Nasdem dan PKB. Semuanya sama, Kustini mendaftar sebagai bakal calon bupati baik di Nasdem maupun PKB.
"Saya sudah ke PKB dan Nasdem yang kita sudah daftari. Tapi semua partai kita komunikasi, baik itu Gerindra, Golkar maupun PKS," ujarnya
Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto yang menerima dan mengecek langsung berkas pendaftaran Kustini meyakini dokumen yang dikumpulkan telah lengkap. "Pada sore hari ini, bu Kustini Sri Purnomo mengembalikan formulir pendaftaran, saya yakin bahwa sudah dipenuhi masalah data bakal calon, baik profil, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan sebagainya," ungkapnya
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengungkapkan hingga Jumat (17/5/2024) sudah ada tiga nama yang mendaftar di penjaringan bakal calon kepala daerah lewat PDI Perjuangan Sleman. Ketiga nama itu yakni mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya yang resmi mendaftar di hari pertama pembukaan tepatnya pada Senin (29/4/2024).
Disusul Wakil Bupati Sleman yang juga kader PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa yang mengumpulkan berkas pada Kamis (9/5/2024). Lalu ada nama Bupati petahana, Kustini Sri Purnomo yang mendaftar pada Jumat (17/5/2024). Ketiga nama ini pernah bersama-sama bekerja di pemerintahan. Namun nama Harda Kiswaya telah pensiun beberapa waktu lalu, sehingga praktis hanya Kustini dan Danang yang kini masih aktif di pemerintahan.
"PDI Perjuangan sampai saat ini yang mendaftar tiga orang. Tiga-tiganya mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah [bupati] Kabupaten Sleman. Pertama adalah Harda Kiswaya, kedua Danang Maharsa, ketiga Kustini Sri Purnomo," ucapnya.
Ganda mengatakan bila PDIP Sleman merasa terhormat kembali dipercaya Kustini dalam bakal penjaringan kepala daerah saat ini. "Jadi terus terang kami juga terhormat kepada beliau, karena kembali mempercayakan kepada PDIP sebagai kendaraan untuk maju lagi di Pilkada 2024," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Harga emas 8 Juli 2026 di Pegadaian: Antam Rp2,76 juta/gram. Cek harga lengkap UBS dan Galeri 24 serta buyback terbaru hari ini.
Prabowo dan PM Modi tetapkan 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara, perkuat kerja sama pendidikan dan budaya Indonesia-India.
Menkeu Purbaya tolak perpanjangan tenor dana SAL ke Himbara. Skema fleksibel dinilai cukup jaga likuiditas bank dan kas negara.
Beternak ayam kampung super atau Jawa Super (joper) memiliki prospek bisnis yang bagus.
Harga pangan 8 Juli 2026: cabai rawit Rp61.900/kg, telur Rp29.050/kg. Cek daftar lengkap harga beras, daging, minyak, dan gula terbaru.