Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Ilustrasi ikan. /Dok. Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul akan menggelar kampanye makan ikan pada Juni dan Juli 2024. Kampanye tersebut menjadi salah satu upaya menurunkan angka stunting di Gunungkidul.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan sasaran kampanye makan ikan tersebut yaitu PAUD dan TK. DKP akan menggelar kampanye makan ikan tersebut untuk 26 angkatan. “Kemarin baru terlaksana empat angkatan atau titik,” kata Wahid dihubungi, Jumat (17/5/2024).
BACA JUGA : BKKBN Bersama Komisi IX DPR RI Gelar Sosialiasasi Cegah Stunting di Sleman
Wahid menjelaskan sasaran kampanye mengacu pada pagu indikatif wilayah kapanewon (PIWK) dan dari pokok pikiran DPRD. Adapaun pagi indikatif sectoral (PIS) milik DKP tidak ada.
OLeh sebab itu, DKP Gunungkidul tidak dapat menentukan wilayah sasaran lokus stunting. “Dalam penilaian konvergensi stunting, kami berperan untuk memberikan edukasi desiminasi kampanye makan ikan,” katanya.
Adapun produksi ikan baik perikanan tangkap maupun budi daya di Bumi Handayani, menurut catatan DKP Gunungkidul naik dari 2022 sebesar 16.289 ton menjadi sekitar 16.500 ton pada tahun 2023.
Sedangkan, angka konsumsi ikan di Gunungkidul mencapai 29,83 kilogram per kapita per tahun. Jumlah penduduk Gunungkidul sekitar 770.883 jiwa. Menurut Wahid, pasokan ikan mencukupi.
Pada Januari 2024, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengakui angka stunting di Bumi Handayani pada 2023 masih tinggi, sebesar 15%. Penurunan angka stunting pada ditargetkan turun menjadi 14% pada 2024. Situs, Dinas Kesehatan Gunungkidul menyatakan penanggulangan stunting memerlukan intervensi yang holistik dan terintegrasi antara yang spesifik dan sensitif.
BACA JUGA : Tiga Kelurahan Sabet Penghargaan Best Practice Penanganan Stunting
Intervensi spesifik memiliki andil 30% dalam penanggulangan stunting langsung kepada kelompok sasaran kasus, atau lebih kepada mengatasi permasalahan kesehatan dan lingkungan kesehatan yang mendukung. Sedangkan, intervensi sensitif berperan 70% dalam keberhasilan penanggulangan stunting dengan lebih banyak melibatkan peran lintas sektor dan lembaga swasta dalam mengatasi faktor-faktor penyebab masalah stunting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Jaringan Pendidikan Jesuit Terbesar di Dunia Berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.