Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Kondisi Gua Cerme sepi pengunjung, Selasa (12/12/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul tidak mematok target kunjungan wisata selama long weekend, libur hari raya Waisak.
Plt Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan berkaca dari kunjungan wisata selama long weekend hari raya Kenaikan Yesus Kristus pada awal Mei 2024 kemarin yang hanya berkisar 10 ribu wisatawan per hari, sementara pada akhir pekan kunjungan wisata meningkat cukup tinggi.
BACA JUGA: Sejumlah Pelaku Wisata DIY Sayangkan Adanya Pelarangan Study Tour
Meski begitu, lanjut Kwintarto kunjungan wisatawan tersebut tidak banyak berbeda dengan kunjungan wisatawan selama weekend. Dinpar mencatat selama long weekend Kenaikan Yesus Kristus kemarin jumlah kunjungan wisatawan Bantul mencapai 56.872 orang. Dari situ, PAD yang didapatkan mencapai Rp823 juta.
“Pencermatan kita untuk libur terakhir kemarin kunjungan wisatawan masih seperti weekend, untuk Sabtu-Minggu (long weekend) mencapai 16 ribu orang per hari. Target sekitar 40-50 orang untuk long weekend besok,” katanya, Sabtu (18/5/2024).
Sementara Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan pihaknya tidak muluk-muluk menargetkan okupansi hotel di Bantul selama long weekend tersebut, hanya berkisar 70 persen. Target tersebut pun sama dengan long weekend kenaikan Yesus Kristus pada awal Mei 2024.
“Kemarin [long weekend kenaikan Yesus Kristus] okupansi hotelnya mencapai 70-73 persen, masih banyak hotel yang belum terisi penuh,” ujarnya.
Dia menilai lantaran momen long weekend hari raya Waisak berdekatan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) maka menurutnya, beberapa orang akan memprioritaskan pencarian sekolah daripada wisata.
“Harapannya pasti penuh, tetapi kembali lagi banyak aspek yang bisa menghambat tingkat okupansi tidak sesuai target, antara lain banyak [calon wisatawan] yang sedang mencari sekolah untuk anaknya, daripada buat piknik mereka prioritas cari sekolah dulu,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, saat long weekend hari raya Waisak belum seluruh sekolah telah menyelesaikan proses belajar mengajar selama tahun pelajaran 2023/2024, sehingga masih ada beberapa sekolah yang belum memasuki masa libur sekolah.
Dia pun berharap pihaknya akan mendulang banyak wisatawan selama libur sekolah yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Juni 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.