Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Kondisi Gua Cerme sepi pengunjung, Selasa (12/12/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul tidak mematok target kunjungan wisata selama long weekend, libur hari raya Waisak.
Plt Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan berkaca dari kunjungan wisata selama long weekend hari raya Kenaikan Yesus Kristus pada awal Mei 2024 kemarin yang hanya berkisar 10 ribu wisatawan per hari, sementara pada akhir pekan kunjungan wisata meningkat cukup tinggi.
BACA JUGA: Sejumlah Pelaku Wisata DIY Sayangkan Adanya Pelarangan Study Tour
Meski begitu, lanjut Kwintarto kunjungan wisatawan tersebut tidak banyak berbeda dengan kunjungan wisatawan selama weekend. Dinpar mencatat selama long weekend Kenaikan Yesus Kristus kemarin jumlah kunjungan wisatawan Bantul mencapai 56.872 orang. Dari situ, PAD yang didapatkan mencapai Rp823 juta.
“Pencermatan kita untuk libur terakhir kemarin kunjungan wisatawan masih seperti weekend, untuk Sabtu-Minggu (long weekend) mencapai 16 ribu orang per hari. Target sekitar 40-50 orang untuk long weekend besok,” katanya, Sabtu (18/5/2024).
Sementara Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan pihaknya tidak muluk-muluk menargetkan okupansi hotel di Bantul selama long weekend tersebut, hanya berkisar 70 persen. Target tersebut pun sama dengan long weekend kenaikan Yesus Kristus pada awal Mei 2024.
“Kemarin [long weekend kenaikan Yesus Kristus] okupansi hotelnya mencapai 70-73 persen, masih banyak hotel yang belum terisi penuh,” ujarnya.
Dia menilai lantaran momen long weekend hari raya Waisak berdekatan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) maka menurutnya, beberapa orang akan memprioritaskan pencarian sekolah daripada wisata.
“Harapannya pasti penuh, tetapi kembali lagi banyak aspek yang bisa menghambat tingkat okupansi tidak sesuai target, antara lain banyak [calon wisatawan] yang sedang mencari sekolah untuk anaknya, daripada buat piknik mereka prioritas cari sekolah dulu,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, saat long weekend hari raya Waisak belum seluruh sekolah telah menyelesaikan proses belajar mengajar selama tahun pelajaran 2023/2024, sehingga masih ada beberapa sekolah yang belum memasuki masa libur sekolah.
Dia pun berharap pihaknya akan mendulang banyak wisatawan selama libur sekolah yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Juni 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.