Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Jungwok Blue Ocean, beach club pertama di Kabupaten Gunungkidul. - Instagram @jungwokblueocean
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Larangan study tour atau outing class di sejumlah daerah sudah berdampak ke wisata gunungkidul. Larangan tersebut merupakan buntut dari kecelakaan lalu lintas bus pariwisata yang mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat sepekan lalu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan bahwa ada anggota PHRI yang terdampak atas pelarangan tersebut. “Informasi yang saya dapat, ada [usaha] teman yang dicancel [oleh wisatawan],” kata Sunyoto dihubungi, Sabtu (18/5/2024).
BACA JUGA: Gibran Tidak Setuju Adanya Larangan Study Tour
Adapun DIY termasuk di dalamnya Kabupaten Gunungkidul menjadi pusat kunjungan studi tour pelajar seluruh Indonesia. Jogja sebagai kota budaya dan pelajar menjadi daya tarik yang layak menjadi studi banding.
Padahal, pelajar luar daerah dapat belajar dari potensi lokal seperti mengolah komoditas ikan menjadi produk siap saji dan singkong menjadi tiwul.
“Keputusan pelarangan studi tour tidak bijak dan konyol. Hanya melihat satu sisi saja. Itu sangat merugikan berbagai pihak,” katanya.
Menurut Sunyoto, apabila melihat pada situasi yang sebenarnya, satuan pendidikan atau pemangku kepentingan justru harus selektif dan menertibkan perusahaan otobus (PO). PO perlu secara rutin melakukan KIR kendaraan. Biro perjalanan dan panitia pun perlu diberikan edukasi dan sosialisasi.
“Padahal bukan hanya tingkat hunian hotel yang terdampak, tapi juga rumah makan, tukang parkir, pedagang asongan,” ucapnya.
BACA JUGA: PHRI DIY Khawatirkan Dampak Larangan Study Tour
Pakar Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada (UGM), Agustinus Subarsono mengaku bahwa kebijakan pelarangan studi tour di sejumlah daerah kurang tepat. Menurut dia, upaya meminimalkan kecelakaan lalu lintas justru dapat menggunakan standar operasional prosedur (SOP) relevan.
“Misal ada patokan tahun kendaraan yang akan digunakan, mungkin bisa maksimum usia kendaran lima tahun. Lalu, jumlah maksimum penumpang, perlu cek kevalidan surat KIR kendaraan juga,” kata Subarsono.
Selain SOP, Subarsono menyarankan agar ada perbaikan jalan rusak. Hal ini menjadi salah satu faktor penentu keselamatan. Pembangunan jalan baru pun harus memenuhi syarat seperti lebar jalan dan derajat kemiringan ketika jalan menanjak.
Konstruksi jalan, katanya, juga harus tepat. Dia memberi contoh dengan penggunaan aspal dapat dilakukan untuk tanah yang stabil. Sebaliknya, tanah labil dapat disiasati dengan menggunakan cor atau beton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.