Dugaan Pembunuhan Wanita Asal Semarang di Parangtritis, Polisi Periksa Teman Dekat Korban

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 24 Mei 2024 17:27 WIB
Dugaan Pembunuhan Wanita Asal Semarang di Parangtritis, Polisi Periksa Teman Dekat Korban

Polisi mengamankan lokasi tewasnya wanita asal Semarang Jawa Tengah, indekos (kost) di Parangkusumo, Mancingan XI, Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (23/5/2024).  Humas Polres Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Kepolisian Resor Bantul masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan yang menimpa seorang wanita wanita asal Semarang, Jawa Tengah, Tyasmi, 54, di indekos (kost) di Parangkusumo, Mancingan XI, Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (23/5/2024).  

"Kami masih lidik pelakunya," kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP Jeffry Prana Widnyana, Jumat (24/5/2024). 

Jeffry mengatakan dugaan pembunuhan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Bantul dan Puskesmas Kretek yang menemukan gumpalan tisu di bagian mulut yang diduga untuk membekap korban. Kemudian Ada luka lebam akibat tekanan di bagian rahang bawah.

Penyidik, kata Jeffry, tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan pembunuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi terkait, di antaranya teman pria satu kamar korban. Kemudian penyidik juga telah memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian. "Hari ini pemeriksaan orang-orang terdekat korban. Kemarin sudah cek CCTV," ucapnya.

Namun demikian perwira polisi lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini belum bisa menyampaikan detail hasil pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus tersebut.

Sementara itu Kamis (23/5/2024) malam, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Pihak korban diwakili pemangku wilayah tempat korban tinggal, yakni Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa tengah.

BACA JUGA: Diduga Korban Pembunuhan, Wanita Asal Semarang Ditemukan Meninggal Dunia di Kost Parangtritis

Sebelumnya, Tyasmi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di indekos (kost) di Parangkusumo, Mancingan XI, Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (23/5/2024) pagi. 

Korban meninggal dunia itu pertama kali diketahui oleh saksi, Maryani sekitar pukul 05.45 WIB. Saat itu Maryani yang kamarnya berdekatan dengan kamar korban baru bangun tidur kemudian keluar kamar. Di luar kamar Indekos, Maryani melihat masih ada sandal di depan pintu.

Ia kemudian mengetuk pintu indekos korban dan memanggil-manggil nama korban supaya bangun, namun tidak ada jawaban dari dalam indekos. Maryani kemudian membuka pintu kamar korban dan menemukan korban sudah dalam keadaan terlentang.

Karena curiga, Maryani kemudian memberitahukan kepada orang terdekat korban, Paiman. Paiman pun memanggil teman satu kamar korban, Sukowiyono. "Saksi 2 [Sukowiyono] membuka pintu dan mendekati korban dan memegang perut serta nadi ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal. Atas kejadian tersebut saksi 2 melaporkan ke Polsek Kretek," katanya.

BACA JUGA: Proses Penyidikan Kasus Vina Coirebon Perlu Diaudit, Ini Alasannya

Dari laporan tersebut, polisi mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Bantul dan Puskesmas Kretek, kata Jeffry, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang di atas kasur lantai dengan pakaian atas terbuka sedikit. Terdapat lebam mayat di punggung.

Dalam mulut ditemukan benda seperti tisu warna coklat kemerahan, ditemukan luka lecet baru di sebelah cuping hidung kanan kiri, ditemukan luka lebam akibat tekanan di rahang bawah. Perkiraan waktu meninggal sekitar 2-3 jam sebelumnya. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online