Kelok 23 Pangkas Waktu Tempuh, Nasib TPR Pantai Selatan Bantul Dievaluasi
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mengklaim banyak investor yang tertarik untuk mengelola TPA Piyungan setelah lokasi itu ditutup permanen dan tidak lagi menerima buangan sampah dari tiga kabupaten dan kota di wilayah setempat sejak 30 April lalu.
Sekda DIY Beny Suharsono mengaku sejumlah investor mulai menjalin komunikasi dengan Pemda DIY untuk mengelola lahan TPA Piyungan. Menurutnya cukup banyak pengusaha yang berminat untuk mengelola lahan seluas kurang lebih lima hektare itu setelah ditutup.
"Kalau yang menjalin komunikasi sudah banyak. Baru rencana, membawa calon investor juga ada. Baru virtual juga ada," kata Beny, Minggu (26/5/2024).
BACA JUGA : TPA Piyungan Ditutup Permanen Besok! Semua Depo Sampah Kota Jogja Hari Ini Dikosongkan
Menurutnya, Pemda DIY harus selektif memilih investor yang akan mengelola TPA Piyungan ke depan. Pihaknya ingin agar diskusi soal pengelolaan Piyungan ke depannya bisa dimaksimalkan dengan cepat setelah dilakukan penataan di kawasan itu.
"Kami memang harus selektif, karena kami tidak ingin itu jadi bahan diskusi yang terlalu panjang, sehingga ke depan bisa dioptimalkan bersama," ujarnya.
Beny menyebut, Pemda DIY ingin agar investasi nantinya mengelola TPA Piyungan merupakan perusahaan yang ramah lingkungan. Sebab, masyarakat di sekitar lokasi sudah puluhan tahun merasakan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari gunungan sampah itu.
"Begitu sampah selesai ditata, kami akan melakukan kajian bisa tidak dioptimalkan menjadi objek lain. Misalnya direncanakan untuk pengembangan RTH dan pariwisata. Rencananya begitu, itu harus didesain dari sekarang," katanya.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo menyampaikan, penataan TPA Piyungan memakan waktu dua sampai tiga bulan. Sebulan setelah desentralisasi sampah dijalankan, ia menyebut penataan sudah berjalan dengan optimal dan sudah terjadi dekomposisi dari sampah yang ada di lokasi itu.
"Sekarang sudah ada penurunan permukaan di TPA Piyungan setekah kami tata. Memang tidak banyak karena masih sebulan," katanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Klaim Tidak Ada Armada Membuang Sampah Ke TPA Piyungan Sejak 1 Mei 2024
Kusno menyebut, kajian terhadap TPA Piyungan mau dibuat apa ke depannya dimungkinkan mundur. Beberapa waktu lalu menargetkan kajian itu bisa dilakukan pertengahan tahun ini, tetapi lantaran pihaknya masih mengevaluasi pelaksanaan desentralisasi sampah.
"Kalau melihat perjalanan waktu untuk kajian setelah dua bulan ini belum bisa dilakukan, tapi evaluasi rutin kami lakukan. Setelah desentralisasi kami juga pantau terus di kabupaten kota," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.