Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda memastikan sudah ada dua kader internal partai yang ikut proses penjaringan calon kepala daerah. Kader ini adalah Wakil Bupati Danang Maharsa yang berminat menjadi calon bupati dan Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta menjadi calon wakil bupati.
Ia tidak menampik kedua orang ini merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh DPC PDI Perjuangan Sleman. Meski demikian, Gustan mengingatkan keduanya tak secara otomatis langsung mendapatkan rekomendasi untuk maju di pilkada.
Oleh karenanya, bakal calon yang mendaftar masih memiliki peluang yang sama hingga rekomendasi turun. Keberadaan bakal calon dari internal hanya mendapat prioritas ditanya maju atau tidak dalam pilkada, sedangkan penentuan siapa yang diusung mengikuti mekanisme yang dimiliki partai.
“Peluang maju bareng Calon Bupati Danang Maharsa dan Wakilnya Haris Sugiharta memang ada. Tapi, kebijakan tersebut sepenuhnya berada di tangan DPP,” kata Gustan, Kamis (30/5/2024).
Selain menunggu keputusan dari DPP berdasarkan arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, juga akan ada mekanisme survei. Rencananya setelah penjaringan ditutup akan ada pleno yang kemudian menyerahkan hasilnya ke DPP melalui DPD PDI Perjuangan DIY.
“Survei ini juga akan sangat menentukan dalam rekomendasi,” katanya.
Baca Juga
Daftar di 4 Partai, Begini Alasan Anggota DPR RI Sukamto Maju di Pilkada Sleman
Pilkada Sleman, Anggota DPR RI Sukamto Ikut Berebut Rekomendasi di PDI Perjuangan
Pilkada Sleman: Kustini, Danang dan Harda Berebut Tiket dari PDIP
Menurut dia, calon di internal partai nantinya juga ada proses jaring aspirasi dari kader hingga tingkat padukuhan. Berbagai masukan tersebut juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penentuan calon yang diusung.
“Saya kira partai sangatlah objektif. Ketika diberikan mandat maka harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jadi, kalau setelah dilakukan penilaian hasilnya tidak baik dan tidak mendapatk rekomendasi, maka jangan salahkan partai,” katanya.
Dia menambahkan Pilkada 2024 sangat berbeda dengan penyelenggaraan lima tahun lalu. Pasalnya, pemenangan langsung ditangani oleh tim pemenangan nasional yang dikomandoi Aria Bima, Adian Napitupulu hingga mantan Gubernur Lehanas Andi Widjajanto.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta mengatakan, ikut penjaringan di internal partai guna menjadi calon wakil bupati. Menurut dia, untuk rekomendasi diserahkan sepenuhnya ke DPP. “Kita patuhi aturan partai,” katanya.
Meski demikian, Haris mengaku siap berpasangan dengan siapa saja. Sebagai Ketua DPRD Sleman selama dua periode optimistis memiliki kemampuan dan dapat bekerjasama dengan calon bupati siapa pun.
“Dengan Bu Kustini atau Mas Danang siap karena kami sudah saling bersinergi dengan baik. Begitu juga dengan Pak Harda selaku mantan Sekda yang juga sebagai eksekutif juga sudah bersinergi dengan baik saat masih aktif jadi ASN,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.