Apple Shortcuts Bisa Lacak iPhone Hilang Lewat Foto dan Lokasi
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
Ilustrasi tawuran pelajar./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memastikan dalam waktu dekat Pemkab Bantul akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan guru BP terkait masih adanya tawuran pelajar di Bumi Projotamansari.
Nantinya, dalam kegiatan tersebut, guru dan kepala sekolah akan kembali diingatkan terkait tugas mereka mencegah terjadinya tawuran antarpelajar.
BACA JUGA: Tawuran Pelajar Masih Sering Terjadi di Bantul, Ini Strategi Disdikpora untuk Mencegah
"Nanti dalam waktu dekat, kami akan datangkan kepala sekolah dan guru BP. Fokusnya untuk mencegah adanya tawuran antarpelajar," kata Halim saat ditemui usai Merti Beber Wayang Pancasila, di Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (1/6/2024) siang.
Halim mengungkapkan, sejatinya Pemkab Bantul sudah sering mengumpulkan kepala sekolah di wilayahnya untuk fokus menangani dan mencegah kenakalan pelajar dan tawuran antarpelajar. Bahkan, Halim menyebut jika pihak sekolah telah memiliki data by name dan by address terjkait siswa yang bermasalah tersebut.
"Sehingga tidak sulit menemukan siapa pelaku itu," ucap Halim.
Halim juga menyebut jika penanganan tawuran pelajar tidak bisa mengandalkan pihak kepolian. Melainkan, juga perlu keterlibatan pihak sekolah dan orang tua siswa.
Untuk di sekolah, Halim menyatakan di setiap sekolah ada guru BP yang punya data nama-nama siswa bermasalah.
"Sehingga perlu adanya pembinaan kepada para siswa tersebut. Jadi tidak sulit karena sekolah punya datanya. Kepolisian pun punya datanya," jelas Halim.
Sementara Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, menyatakantelah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya tawuran ataupun penyerangan ke sekolah, seperti yang dialami oleh SMPN 1 Kasihan, Kamis (30/5/2024).
Disdikpora telah mengajak pemangku kebijakan untuk turut menjaga kondusivitas wilayah.
"Kami melalui sekolah selalu mengandakan pembinaan. Bahkan, kami libatkan polisi dan kejaksaan masuk sekolah untyk melakukan pembinaan," kata Nugroho.
Selain itu, Disdikpora Bantul juga memanfaatkan keberadaan paguyuban orang tua. Sebab, tanggungjawab siswa tidak hanya dari pihak sekolah dan Disdikpora tapi juga orang tua siswa.
"Sehingga penting peran orang tua untuk bersama-sama kami untuk bisa membimbing anak-anaknya supaya tidak melakukan hal-hal seperti itu," imbuh mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul ini.
Sebagaimana diketahui, Wahyu Dito Ananda Putra, 20, satpam SMP N 1 Kasihan harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban penyerangan, pada Kamis (30/5/2024) siang.
Peristiwa itu terjadi saat Wahyu berniat membubarkan kerumunan pelajar yang mengganggu di sekolahnya. Atas peristiwa tersebut, Wahyu harus mengalami luka di bagian kepala, lengan, dan punggungnya.
"Kemarin, saya memang sempat dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping. Saya dirawat selama tiga jam, dan boleh pulang. Karena dirasa saya siap, maka hari ini saya kembali bekerja," kata Wahyu ditemui di SMPN1 Kasihan, Bantul, Jumat (31/5/2024) siang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.