Baru Lima Bulan, Angka Evakuasi Ular di Gunungkidul Melebihi Total Evakuasi Sepanjang 2023

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 02 Juni 2024 15:07 WIB
Baru Lima Bulan, Angka Evakuasi Ular di Gunungkidul Melebihi Total Evakuasi Sepanjang 2023

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat ada 48 kali evakuasi ular yang masuk rumah, warung, hingga pekarangan dari awal Januari hingga Rabu (29/5/2024). Angka ini melebihi jumlah evakuasi ular sepanjang 2023 yang hanya 41 kali.

Kepala UPT Damkar BPBD Gunungkidul, Handoko mengatakan ular yang dievakuasi tersebut terdiri dari bermacam jenis seperti koros dan sanca dengan ukuran bervariasi 1,5 meter (m) dan 4 m.

Pada Januari, ada 10 kali evakuasi ular yang tersebar di Kapanewon Wonosari, Playen, Patuk, Tepus, Semin, Tanjungsari, Karangmojo, Saptosari, dan Semanu. Begitu juga pada Februari, ada 10 kali evakuasi ular yang tersebar di Kapanewon Wonosari, Semanu, dan Saptosari.

Pada Maret, ada lima kali evakuasi ular yang tersebar di Wonosari, Saptosari, Ngawen, Girisubo, dan Karangmojo dengan masing-masing wilayah satu kali evakuasi.

Adapun pada April, ada 10 kali evakuasi ular yang tersebar di Kapanewon Wonosari, Semanu, Karangmojo, Ponjong, dan Playen. Terakhir, ada sebelas kali evakuasi ular yang tersebar di Wonosari dan Karangmojo pada Mei.

Baca Juga

Lagi, Petugas Damkarmat BPBD Bantul Evakuasi Ular di Banguntapan

Ular Sanca Sepanjang 3,5 Meter Masuk ke Panti Asuhan di Gunungkidul, Berhasil Ditangkap Dinihari

Ular Piton 2 Meter Melilit di Motor Warga, Begini Penampakannya

Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan lokasi evakuasi ular terbanyak sejak awal Januari hingga Rabu (29/5/2024) mencapai 27 kali. Setelah itu, Karangmojo menyusul dengan lima kali evakuasi.

Dari total 48 evakuasi, ular jenis kobra tergolong banyak mencapai 10 ular untuk setiap evakuasi, sisanya yaitu berjenis koros, welang, sanca, uwi, dan macan.

Ular paling panjang yang selama lima bulan terakhir dievakuasi UPT Damkar ada di Padukuhan Wareng, Kalurahan Kepek, Saptosari dengan panjang 4 m.

“Ular jenis sanca ini berada di pekarangan kosong dan sedang naik ke pohon jati. Proses evakusinya agak terkendala karena ular tidak mau turun dari pohon dan harus dilakukan pemangkasan pohon,” kata Handoko dihubungi, Minggu (2/6/2024).

Menurut, Kepala Kasubag Tata Usaha, UPT Damkar BPBD Gunungkidul, Ngadiyono, evakuasi dilakukan atas permintaan warga setelah merasa terganggu dengan keberadaan ular.

Kasus ular masuk rumah atau kandang, biasanya dikarenakan ular itu mencari makan. Keberadaan tikus dan ternak seperti ayam serta didukung lingkungan lembab dan minim cahaya akan menarik perhatian ular.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online