Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi petnai panen cabai./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Petani cabai di pesisir Kulonprogo tengah memanen hasil buminya. Per Senin (3/6/2024), tercatat hasil panen mereka sudah mencapai 26,5 ton. Catatan itu dari hasil pelelangan beberapa hari terakhir sejak panen dimulai, sedangkan panen masih terus berlangsung.
Puluhan ton cabai itu dihargai Rp34.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sesuai oleh para petani. Menurut petani, dengan harga mereka tetap mendapatkan untung dari selisih penjualan dan biaya produksi yang sudah dikeluarkan.
Salah satu petani cabai di Kapanewon Panjatan, Sukarman menjelaskan harga tersebut jadi peluangnya untuk mengumpulkan modal guna persiapan musim tanam baru saat kemarau ini.
Sukarman optimistis musim tanam berikutnya harga cabainya dapat melejit harganya. "Karena musim tanam selanjutnya momennya kemarau, sehingga ketersediaan cabai di pasaran terbatas, saat kondisi itu harga pasti naik," paparnya.
Saat kemarau, jelas Sukarman, petani di pesisir Kulonprogo sudah mempersiapkan masa tanamnya. Persiapan itu terutama berkaitan dengan pasokan air. "Sudah terjamin airnya, kami yakin tak ada gangguan saat kemarau ini," ujarnya.
BACA JUGA: Petani Cabai Cilacap, Menjadi Raja Atas Hasil Panennya
Sukarman menerangkan ketersediaan air saat kemarau di pesisir Bumi Binangun saat kemarau itu adalah berkah karena petani cabai di daerah lain akan kekurangan air. "Seperti di Jawa Barat yang pertaniannya di pegunungan itu pasti produksinya terbatas, jadi kami bisa dikatakan jadi tiang produksi cabai nasional saat kemarau," ujar dia.
Kondisi dan peran petani cabai Kulonprogo yang pasokannya diharapkan memasok kebutuhan nasional itu, sambung Sukarman, perlu diimbangi dengan bantuan pemerintah. "Kami butuh benih dan pupuk, supaya hasil tanam nanti maksimal ini kami harap bisa dibantu pemerintah agar pasokan nasional nanti juga dapat dipenuhi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.