Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi hujan deras disertai angin./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Fenomena alam kemarau basah atau La Nina akan mulai terasa pada Juni ini. Masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini tak lepas dari prakiraan yang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi BMKG DIY.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY Reni Kraningtyas mengatakan secara umum wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, kemarau saat ini berbeda dengan yang terjadi di 2023.
Tahun lalu, sambung dia, terjadi El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang. Tetapi untuk 2024, ada potensi La Nina atau kemarau yang lebih basah dari biasanya. “Fenomena La Nina di Sleman dan wilayah DIY secara umum sudah mulai terlihat di bulan ini,” kata Reni, Selasa (4/6/2024).
Dia menjelaskan, munculnya fenomena ini tak lepas adanya peristiwa Madden Julian Oscillation (MJO) atau aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis. Hal itu dapat dikenali dengan adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak dari arah timut ke Samudera Hindia ke Samudera Pasifik.
Tercatat aktivitas ini muncul setiap 30-40 hari sehingga menyebabkan terjadinya hujan, meski telah memasuki musim kemarau di Sleman dan sekitarnya. “Jadi diprediksi meski sudah kemarau akan tetap ada potensi hujan sehingga sering disebut fenomena kemarau basah,” katanya.
Oleh karena itu, Reni meminta kepada Masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya potensi bencana yang diakibatkan terjadinya cuaca ekstrem di musim kemarau. “Bencana hidrometeorologi masih jadi ancaman sehingga harus diwaspadai,” katanya.
BACA JUGA: Masuk Kemarau, Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sleman Tetap Diperpanjang
Ketua Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan status siaga darurat bencana hidrometeorologi berakhir pada 31 Mei 2024. Meski demikian, ada kebijakan untuk perpanjangan selama tiga bulan dan masih dalam proses persetujuan bupati.
Dia menjelaskan status ini diperpanjang sebagai bagian dari mitigasi bencana. Terlebih lagi, saat sekarang sering terjadi anomaly cuaca yang berdampak terjadinya musibah atau bencana alam. “Potensi kemarau tetap ada, makanya harus diwaspadai dengan adanya mitigasi bencana,” katanya.
Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa. “Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi. Jadi, sewaktu-waktu dibutuhkan siap meluncur ke lokasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.