Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi pohon tumbang sebagai dampak bencana hidrometeorologi di Gunungkidul. /Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Sleman berakhir pada 31 Mei 2024. Meski demikian, BPBD Sleman memutuskan untuk memperpanjang status ini hingga tiga bulan ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sudah ditetapkan sejak 1 Desember 2023. Status ini awalnya akan berakhir pada 29 Februari 2024, tapi diputuskan untuk memperpanjang status tersebut hingga 31 Mei 2024. “Status perpanjangan sudah berakhir, tetapi akan diperpanjang lagi hingga 31 Agustus 2024,” kata Bambang, Senin (3/6/2024).
Dia menjelaskan, untuk perpanjangan status sudah dalam proses penerbitan SK yang dikeluarkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Adapun perpanjangan kedua dilakukan mengacu pada hasil koordinasi dengan BMKG.
Dia tidak menampik pada saat ini sudah memasuki musim kemarau, tapi ada informasi akan terjadi fenomena kemarau basah sehingga tetap harus diwaspadai. “Ada potensi dampak dari siklon tropis harus diwaspadai. Makanya status siaga darurat tetap diperpanjang hingga tiga bulan ke depan,” katanya.
Senada, Ketua Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi masih dalam proses persetujuan bupati.
BACA JUGA: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Bantul Masih Diberlakukan
Dia menjelaskan, status ini diperpanjang sebagai bagian dari mitigasi bencana. Terlebih lagi, saat sekarang sering terjadi anomaly cuaca yang berdampak terjadinya musibah atau bencana alam. “Potensi kemarau tetap ada, makanya harus diwaspadai dengan adanya mitigasi bencana,” katanya.
Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa. “Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi. Jadi, sewaktu-waktu dibutuhkan siap meluncur ke lokasi yang dibutuhkan,” ujar dia.
Berdasarkan hasil kajian peta kerawanan bencana, di Kabupaten Sleman ada beberapa potensi bencana mulai dari angin kencang, banjir, longsor. Upaya mitigasi terus dilakukan, tetapi masyarakat diminta ikut berpartisipasi agar hasilnya dapaat dimaksimalkan. “Harapannya tetap aman terkendali, tapi kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus dijaga agar dampak dari bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.