Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
-
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat dua kalurahan di Gunungkidul yang meminta bantuan suplai air menyusul musim kemarau tahun ini. Kedua kalurahan tersebut yaitu Girisuko, Panggang dan Giripanggung, Tepus.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pihaknya melakukan dropping air di Kalurahan Girisuko menyasar Padukuhan Temuireng I, II, dan Gebang. Ada empat armada yang dikirim ke wilayah itu dengan 16 rit atau satu kali perjalanan kendaraan dari tempat asal ke tempat tujuan. Totalnya, 80.000 lt.
BACA JUGA: BPBD DIY Siapkan Bantuan Air Bersih Menghadapi Bencana Kekeringan
Satu armada membawa tangki berkapasitas 5000 liter (lt). Air yang dibawa merupakan hasil membeli di produsen air sumur bor di Kalurahan Plembutan, Playen. “Kalau dropping air di Girisuko itu tadi jam 7 pagi. Kalau yang dropping di Giripanggung kemarin Selasa,” kata Purwono ditemui di kantornya, Rabu (5/6/2024).
Sedangkan pengedropan air di Padukuhan Gupakan dan Temuireng, Kalurahan Giripanggung dilakukan oleh satu armada berkapasitas sama dengan empat rit. Totalnya, 20.000 lt.
Purwono menjelaskan pengedropan tersebut dilakukan atas perminataan warga. Apabila tidak ada permintaan, maka BPBD tidak akan menyalurkan air. Pasalnya, BPBD perlu mengecek lokasi dan kapasitas bak penampungan sebelum mengedrop. “Biar ada kepastian termasuk tempat penampungannya,” katanya.
Selain akibat kekeringan, menurut Purwono pengedropan dilakukan lantaran posisi rumah tinggal warga di Padukuhan Temuireng RT 10, Giripanggung berada di atas atau lebih tinggi dari reservoir. Perbedaan elevasi ini menyebabkan aliran air PDAM tersendar.
Paling tidak, bantuan air akan dilakukan hingga akhir September atau awal Oktober. Purwono memprediksi hujan akan turun pada pertengahan Oktober. Menanggapi hal ini, masyarakat tidak perlu khawatir perihal kesulitan air. BPBD telah mengalokasikan anggaran untuk 1000 tangki sepanjang 2024. “Kalau di tengah jalan kurang, kami akses anggaran lagi lewat APBD Perubahan,” ucapnya.
BACA JUGA: Musim Kemarau, BPBD Bantul Siapkan 426 Tangki untuk Dropping Air Bersih
Lebih jauh, Purwono menjelaskan wilayah utara Gunungkidul jarang memohonkan suplai air. Di wilayah utara, banyak sumber mata air lokal yang dapat dimanfaatkan.
Sebaliknya, wilayah selatan rawan air, karena karakteristik wilayah perbukitan kapur atau karst memaksa air untuk mengalir bebas. Tidak ada tanah yang dapat mengikat air tersebut. Di wilayah itu juga, warga telah memiliki toren-toren berkapasita sekitar 8.000 lt.
“Tanah di zona selatan itu tidak dapat menahan air di permukaan. Barulah di kedalaman 80 hingga 120 meter ada aliran sungai bawah tanah. Wujudnya luweng di permukaan itu,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal