Mitigasi Bencana Kelompok Rentan dan Lansia Kaltana di Sleman dan Gunungkidul Diperkuat

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 07 Juni 2024 22:17 WIB
Mitigasi Bencana Kelompok Rentan dan Lansia Kaltana di Sleman dan Gunungkidul Diperkuat

Seorang warga sedang berada di sebuah rumah yang tertimpa pohon di Padukuhan Gunungmanuk, Kalurahan Salam, Patuk, Gunungkidul pada Rabu (28/2/2024). Pada hari yang sama, puting beliung yang juga menerjang Bumi Handayani mengakibatkan kerusakan ringan pada atap 19 rumah di Patuk.- ist/BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, JOGJA—Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di wilayah DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Gunungkidul diberikan pendampingan intensif untuk menguatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pendampingan yang dilakukan BNPB melalui BPBD DIY itu melalui kerja sama yang sudah dijalin dengan Caritas Germany di Jogja. Kolaborasi kedua lembaga ini sudah dilakukan sejak lama guna mengintegrasikan pengurangan risiko bencana yang inklusif. 

BACA JUGA: Masuk Awal Kemarau, BPBD DIY Pastikan DIY Tidak Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

"Salah satu program unggulan dari kerja sama ini adalah penguatan Kaltana dengan fokus khusus pada kelompok rentan, seperti lansia, di daerah Sleman dan Gunungkidul," kata Noviar, Jumat (7/6/2024). 

Dijelaskan, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk bertahan dan pulih dari bencana.

Program penguatan kalurahan tangguh bencana ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, dalam menghadapi risiko bencana.

"Sasaran utama dari program ini meliputi peningkatan kesadaran dan pengetahuan, memberikan edukasi dan pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana kepada kelompok lansia," ujarnya. 

Selanjutnya ada pula penguatan kelembagaan lokal, mendukung dan memperkuat struktur kelembagaan di kalurahan untuk respons bencana yang lebih efektif serta peningkatan kapasitas tanggap darurat maupun membekali masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi situasi darurat.

"Program penguatan Kaltana di Sleman dan Gunungkidul telah memberikan dampak positif yang signifikan terutama bagi kelompok rentan seperti lansia," katanya. 

Monitoring dan evaluasi program menunjukkan peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan, dan penguatan kelembagaan lokal. Dengan rekomendasi peningkatan kontinuitas pelatihan dan perluasan program, diharapkan masyarakat di Jogja dan daerah lainnya semakin tangguh dalam menghadapi bencana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online