Bupati Kustini Berharap Kampung Siaga Bencana Tebentuk di Seluruh Wilayah Sleman

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 13 Juni 2024 18:17 WIB
Bupati Kustini Berharap Kampung Siaga Bencana Tebentuk di Seluruh Wilayah Sleman

Simulasi dan pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Hargobinangun Pakem pada Kamis (13/6/2024)./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN —Puluhan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Hargobinangun Pakem dikukuhkan Juni ini. Pengukuhan ini sekaligus menambah jumlah KSB yang telah terbentuk di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut hingga tahun 2023, Pemkab Sleman telah membentuk sebanyak 24 KSB. Sementara pada tahun ini direncanakan ada tambahan tiga KSB lagi yang terbentuk. 

Adanya KSB diharapkan Kustini dapat meningkatkan sinergisitias dengan Pemerintah, utamanya pada program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang mitigasi bencana. Mengingat peran pentingnya di masyarakat, Kustini berharap KSB bisa dibentuk di seluruh wilayah Sleman. 

"Saya berharap KSB dapat terbentuk di seluruh wilayah kapanewon di Kabupaten Sleman dan masyarakat Sleman memiliki wadah dan akses yang sama dalam program penanggulangan bencana," kata Kustini pada Kamis (13/6/2024) di Barak BPBD Kalurahan Hargobinangun.

Bukan tanpa sebab Kustini ingin semua wilayah di Sleman memiliki KSB. Kustini berpandangan bila potensi ancaman bencana yang ada harus mampu dikelola dengan baik guna menekan adanya risiko bencana. Salah satu upaya untuk menekan risiko bencana tersebut yakni dengan meningkatkan kapasitas masyarakat. 

BACA JUGA: Warga Sleman Diminta Memperkaya Pengetahuan tentang Mitigasi Bencana

"Mengingat masyarakat merupakan aktor penting dalam penanggulangan bencana. Sehingga pengetahuan terhadap risiko bencana dan peningkatan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam sangat diperlukan," lanjutnya. 

Lebih lanjut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi menambahkan pembentukan dan pengukuhan KSB dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Khususnya memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman dan risiko bencana. Salah satu caranya dengan menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada pada lingkungan setempat.

"Anggota dan pengurus KSB Hargobinangun terdiri dari 50 orang yang merupakan relawan, tokoh masyarakat, linmas, kader, dan karang taruna yang outputnya berbentuk KSB Hargo Sembodo dan KSB ke-25 yang dibentuk Pemkab Sleman," tandasnya. (Catur Dwi Janati)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online