Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Direktur Utama PT. Putra Sleman Sembada, Gusti Randa/Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Regulasi delapan pemain asing dalam format liga musim depan membuat pemain asing yang ditawarkan ke klub makin banyak. Tak ingin gegabah merekrut pemain asing, PSS Sleman lebih memilih hati-hati dalam mengimplementasi regulasi ini.
Regulasi kompetisi musim depan yang memperbolehkan setiap klub Liga 1 mengontrak delapan pemain asing menjadi perhatian khusus bagi Direktur Utama PT. Putra Sleman Sembada (PT. PSS), Gusti Randa. Dia menuturkan regulasi ini membuat banyak tawaran pemain asing masuk ke manajemen PSS Sleman.
"Hal tersebut membuat manajemen PSS Sleman harus lebih berhati-hati dengan banyaknya tawaran masuk mengenai pemain asing," kata Gusti pada Jumat (14/6/2024) sore.
Agar tak salah pilih pemain, Gusti menilai klub harus segera memiliki data para pemain asing. Termasuk analisis statistik para pemain asing yang menjadi incaran atau ditawarkan ke klub. "Karena itu, kami harus memiliki data analisis terhadap perekrutan pemain asing," tegasnya.
Meski sudah mengantongi beberapa nama pelatih hingga pemain baru, Gusti mengakui tidak ingin terburu-buru. Dia ingin para pemain yang hadir di PSS Sleman benar-benar bisa membawa Super Elja terbang tinggi di musim depan.
BACA JUGA: KLKH Memperkirakan 608 Ton Sampah Plastik Muncul dari Pembagian Daging Kurban
Atas alasan itu lah, klub makin selektifnya dalam mengontrak pemain maupun pelatih dengan mengecek seluruh latar belakangnya lewat data dan aspek yang dimilikinya. Tak bisa merekrut sekadar berbekal data dari media sosial atau YouTube.
"Ada pemain bagus kami tidak bisa langsung menerima mentah-mentah bila itu dari media sosial seperti YouTube. Apalagi hal tersebut yang diambil pada sisi bagusnya saja atau video lama ketika pemain yang bersangkutan pada masa keemasannya. Jadi kami benar-benar cek hal tersebut," katanya.
Bila telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan klub, pada waktunya nanti Gusti akan mengumumkan penggawa barunya ke khalayak. "Jika memang sudah sesuai maka hanya tinggal menunggu waktu untuk kami umumkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.