Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi (kiri) dan Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati memetik anggur di Wanadelima Orchad Sidomulyo./ Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mendukung Koperasi Wanadelima Orchard berinovasi mengembangkan pengolahan lahan dengan sistem pertanian terintegrasi di tanaman anggur dan melon serta budi daya perikanan di Kalurahan Sidomulyo, kapanewon Pengasih, Kulonprogo untuk mendukung ketahanan pangan.
Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi di Kulonprogo, Minggu (16/6/2024), menyatakan mendukung penuh keberadaan Koperasi Wanadelima orchard dan mendorong agar terus mengembangkan dan memaksimalkan produktivitas dari lahan tersebut.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Koperasi Wanadelima Orchard berupa pengembangan lahan yang kurang optimal bisa disulap menjadi lahan optimal dengan berbagai teknologi yang di terapkan," kata Siwi.
Ia berharap kegiatan ini dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat tidak hanya di sekitar akan tetapi di seluruh Kulon Progo.
“Saya berpesan untuk lebih memperkuat kelembagaan koperasinya dan melibatkan masyarakat sekitar dalam pengolahannya secara profesional," katanya.
Dia mengatakan anggur dari Wanadelima memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dimaksimalkan mengingat buah ini dekat dengan kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas.
BACA JUGA: Genjot Perekonomian Kalurahan, Baznas Bangun Balai Ternak di Kulonprogo
“Kami percaya bahwa potensi pertanian anggur ini bukan hanya akan memberi manfaat ekonomi saja, tetapi dapat menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dan juga dapat mencukupi kebutuhan pasar," katanya.
Ketua Koperasi Wanadelima Sunyoto mengatakan tujuan dari Wanadelima ini adalah untuk mengisi kekurangan kebutuhan dari pelaku usaha kuliner di Kulon Progo, yang selama ini masih mengandalkan produk dari luar Kulon Progo.
“Wanademila ini dikembangkan untuk menjadi kawasan yang berkonsep pertanian terintegrasi di mana selain anggur dan melon terdapat budi daya lele dan gurami," katanya.
Ke depan, lanjut dia, Wanadelima di kembangkan menjadi kawasan agrowisata, di mana pengunjung bisa memetik dan menimbang sendiri hasil panen dari Wanadelima.
'Selain itu Wanadelima ditujukan menjadi kawasan tujuan wisata karena sudah dilengkapi fasilitas penunjang lain, masyarakat sekitar juga turut terlibat dengan menampilkan produk hasil UMKM," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.
SMK-SMTI Yogyakarta menekankan pembentukan karakter sebagai fokus utama dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027
Sebanyak 37 SD di Bantul mendapat program revitalisasi 2026. Enam sekolah telah mulai mengerjakan pembangunan.
Bareskrim menyatakan gas N2O Whip-Pink bukan bahan tambahan pangan, melainkan gas medis untuk anestesi berdasarkan hasil uji laboratorium.
Gibran Rakabuming Raka menghormati pembentukan kabinet bayangan dan menyebutnya sebagai bentuk partisipasi publik dalam demokrasi.