Disdikpora Jogja: SD-SMP Negeri Dilarang Pungut Biaya dan Jual Seragam
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan beras bagi masyarakat prasejahtera akan terus dikucurkan hingga Desember 2024.
Meski begitu, Bapanas mendorong agar Pemkab turut mengambil peran dalam pemutakhiran data penerima manfaat agar pemberian bantuan tersebut tepat sasaran.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyampaikan pihaknya memastikan bantuan beras akan terus dikucurkan hingga akhir tahun.
"Presiden [akan] melanjutkan bantuan pangan bulan Oktober-Desember [2024]," katanya dalam pemantauan penyerahan bantuan pangan di Kapanewon Kasihan, Rabu (19/6/2024).
Dia menuturkan pihaknya menerima data penerima manfaat bantuan beras dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sehingga pihaknya mendorong agar Pemda setempat dapat mendukung singkroninsadi data penerima manfaat, sehingga penerima manfaat bantuan tersebut tepat sasaran. Karena menurutnya perangkat Pemda setempat yang mengetahui kondisi riil dari setiap keluarga penerima manfaat.
BACA JUGA: Tinjau Gudang Bulog, Ombudsman RI Rekomendasikan Bansos Tetap Dipertahankan
"Apabila diperlukan verifikasi [mulai] dari RT, RW, lurah, camat sehingga pemutakhiran data dapat digunakan untuk bulan selanjutnya," ujarnya.
Sementara Anggota Ombusdman RI, Yeka Hendra Fatika menyampaikan pihaknya mendorong agar bantuan beras tersebut terus disalurkan meskipun mendekati masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dia menilai bantuan tersebut diperlukan masyarakat lantaran harga pangan cenderung naik setiap menjelang tahun politik. Menurutnya bantuan beras tersebut mampu membantu masyarakat di tengah harga beras yang cenderung naik.
"Ketika harga beras mahal, bantuan pangan ini sangat dinantikan masyakarat. Jangan sampai bantuan pangan ini berhenti," katanya.
Dia pun menilai kondisi beras yang disalurkan dalam program penyerahan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat dalam kondisi baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Program B50 resmi diluncurkan Presiden Prabowo. Indonesia menjadi negara pertama menerapkan biodiesel B50 dan menargetkan hemat devisa Rp170 triliun.
BPBD Bantul telah menyalurkan 110.000 liter air bersih kepada 1.387 warga di lima kalurahan sejak status siaga darurat kekeringan berlaku.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori B50 yang ditargetkan menghemat devisa hingga Rp170 triliun dan memperkuat ketahanan energi.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.