Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Pembukaan Orientasi Saka Wirausaha Kwarcab Kota Jogja yang digelar di Bumi Perkemahan Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Jumat (21/6/2024). - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
JOGJA—Kwartir cabang (Kwarcab) Kota Jogja menggelar Orientasi Saka Wirausaha yang diikuti 40 anggota pramuka di Bumi Perkemahan Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Jumat (21/6/2024). Lewat orientasi ini anggota pramuka mendapatkan berbagai materi berkaitan dengan wirausaha. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY.
Ketua Kwarcab Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan Saka Wirausaha masih terbilang rintisan. Sebab, baru ada di beberapa daerah, belum ada serentak secara nasional. Menurutnya, ini merupakan salah satu cara untuk mencetak wirausaha atau wiraswasta muda.
"Ciri-ciri negara maju persentase minimal empat persen untuk pertumbuhan wirausaha muda. Sementara, saat ini di Indonesia baru 3,5 persen. Untuk itu, Indonesia harus menggenjot jumlah wiraswasta muda untuk menjadi negara maju," ujar Heroe, Jumat.
Dia mengatakan, semakin banyak wirausaha muda, maka akan semakin banyak pula inovasi yang tumbuh. Ini nantinya diharapkan bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi. Jika hanya sebatas inovasi yang tak tereksekusi, bagi Heroe itu tidak akan memberi dampak apapun kepada kesejahteraan masyarakat. Dia berharap, gerakan ini tak hanya menjadi sekadar orientasi, namun benar-benar ada tindak lanjut. Misalnya, dengan menambahkan upaya pembibitan wiraswasta muda dengan jalur magang di berbagai korporasi atau industri UMKM. "Nanti ada bentuk bantuan untuk merintis usaha dengan modal yang tidak besar, dan bisnis yang tidak begitu besar juga tidak masalah," katanya.
BACA JUGA: Heboh Berefek Seperti Narkoba, Ini Detail tentang Daun Kratom
Plh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan, menuturkan Saka Wirausaha menjadi cara untuk memupuk semangat dan minat anak muda di bidang usaha. Dia tak memasang target muluk-muluk. Dia berharap, setidaknya ada 20 anggota Saka Wirausaha di masing-masing kabupaten dan kota di DIY. Dia juga berharap proses inkubasi dan orientasi tak hanya berhenti di sini.
Peserta yang mendapatkan bekal, diharapkan sudah memiliki kesiapan untuk membuka usaha, sehingga kapanpun mereka lulus sekolah, usaha bisa mulai dijalankan. Wisnu juga berkomitmen akan memberikan dukungan, salah satunya pembuatan nomor induk berusaha untuk setiap usaha bentukan anggota Saka Wirausaha. Dia juga berharap Saka Wirausaha yang masih baru ini sebisa mungkin tak mati suri dan terbentuk di awal saja. "Kami sangat mendukung. Ini salah satu kegiatan yang mendapat dukungan dari Dana Keistimewaan DIY," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun