Kasus Jukir Tewas di Monjali Masih Misterius, Polisi Sisir CCTV
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Dana Brata Fitriawan Kusuma pemilik Bengkel Bebek Restorasi di Godean Sleman saat ditemui pada Kamis (30/7/2026)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati?
Harianjogja.com, SLEMAN— Garasi sederhana berukuran 4 x 5 meter di kawasan Godean, Sleman, menjadi titik awal perjalanan Dana Brata Fitriawan Kusuma (24) membangun Bebek Restorasi. Berbekal kecintaan terhadap dunia otomotif, ruang kecil di samping rumah itu berkembang menjadi bengkel spesialis restorasi motor bebek lawas yang kini dipercaya pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Usaha tersebut bukan hanya mengantarkan Dana meraih gelar sarjana, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi lima orang.
Di ujung jalan buntu yang tak jauh dari Jalan Sidomoyo, Godean, aktivitas bengkel masih berlangsung meski sore mulai turun. Beberapa mekanik tampak sibuk membongkar motor-motor bebek lawas yang datang dengan berbagai kondisi, mulai dari sekadar kusam hingga rusak berat.
Suasana bengkel itu menyerupai ruang operasi. Rangka motor terbuka, baut-baut dilepas satu per satu, sementara berbagai komponen tergantung menunggu proses pengecatan atau peremajaan. Di sudut lain, sejumlah motor yang telah selesai direstorasi berdiri mengilap, menghadirkan kesan seolah baru keluar dari pabrik.
Di balik seluruh proses tersebut berdiri sosok Dana Brata Fitriawan Kusuma, pemilik Bebek Restorasi yang berlokasi di Gesikan, Sidoarum, Godean, Sleman.
Ketertarikan Dana terhadap dunia otomotif bukan muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sejak lama akrab dengan pekerjaan mekanik.
Ayahnya memiliki bengkel, demikian pula sang kakek. Lingkungan itulah yang membuat Dana sejak kecil gemar membongkar, memasang kembali, hingga memodifikasi berbagai komponen.
"Untuk bengkel ini sebenarnya bermula dari bengkel hobi. Kesenangan saya, keseharian saya yang dari kecil kebetulan saya lahir dari latar belakang keluarga teknik. Bapak saya bengkel, kemudian kakek saya juga bengkel, dan itu menurun ke saya. Saya senang hobi utak-atik sejak dini, bahkan sampai di titik puncaknya di SMK," kata pemuda berusia 24 tahun itu ditemui pada Kamis (30/7/2026).
Meski ayahnya telah memiliki bengkel sendiri, Dana sejak awal memiliki keinginan membangun usaha dengan jalannya sendiri.
"Kalau bengkel ini inisiatif diri saya sendiri. Saya memang dulu memang bercita-cita memiliki bengkel sendiri. Karena dari Bapak saya juga punya bengkel sendiri, tapi saya juga ingin mendirikan bengkel sendiri, jadi tidak ikut dengan bengkel Bapak saya," kata dia.
Garasi 4 x 5 Meter Menjadi Awal Segalanya
Bekal keterampilan yang diperoleh saat menempuh pendidikan di SMK Negeri 3 Yogyakarta jurusan Teknik Pemesinan menjadi modal Dana mewujudkan impiannya.
Ia memanfaatkan lahan kosong di samping rumah menjadi bengkel mungil berukuran 4 x 5 meter. Saat itu seluruh pekerjaan dilakukan seorang diri, tanpa pegawai.
"Dulu tempat bengkel ini hanya berukuran empat kali lima meter. Hanya garasi kecil di samping rumah, yang saya bangun pelan-pelan, saya besarkan pelan-pelan," ujarnya.
Motor pertama yang dikerjakan merupakan milik keluarganya sendiri. Setelah itu, pelanggan mulai berdatangan melalui rekomendasi teman hingga berkembang dari cerita mulut ke mulut.
"Dulu motor saudara. Pertama kali motor saudara [yang digarap] kemudian merambah ke motor teman. Dari teman terus ke temannya lagi. Jadi mulai dari mulut ke mulut," tuturnya.
Pendapatan dari setiap proyek restorasi tidak langsung dinikmati. Seluruh keuntungan diputar kembali untuk membeli peralatan, memenuhi kebutuhan operasional, sekaligus mengembangkan kapasitas bengkel.
"Modal sendiri [bangun bengkelnya]. Dari motor ke motor saya putar lagi setiap uangnya. Jadi ya dari income satu unit motor, buat motor-motor yang lain. Buat motor yang ini. Jadi nanti baru kalkulasi," ungkapnya.
Seiring meningkatnya permintaan, Dana mulai merekrut tenaga tambahan. Dari yang semula bekerja sendiri, kini Bebek Restorasi telah mempekerjakan hampir lima orang.
"Awal mula sendiri, kemudian dibantu saudara dua orang. Hingga saat ini saya sudah dibantu hampir lima orang di sini," tandasnya.
Alih-alih melayani seluruh jenis kendaraan, Dana memilih memusatkan usahanya pada restorasi motor bebek klasik, terutama produksi Honda.
Menurutnya, pilihan tersebut didasarkan pada tingginya minat masyarakat yang ingin menghidupkan kembali motor-motor lama yang penuh nilai sejarah dan kenangan.
"Nama bengkelnya ini Bebek Restorasi. Jadi kami memang bergerak khusus di restorasi motor-motor bebek lawas, terutama keluaran Honda untuk saat ini. Banyak juga yang ingin menyarankan untuk mulai merambah ke dunia merek lain seperti Suzuki, Kawasaki, dan lain sebagainya," ujarnya.
Bagi Dana, motor bebek bukan sekadar kendaraan. Di balik setiap unit tersimpan cerita yang membuat pemiliknya rela mengeluarkan biaya agar motor kesayangannya kembali seperti baru.
"Alasan restorasi motor-motor lama ini karena masih tinggi peminatnya dan motor-motor ini merupakan motor-motor familiar di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena motor-motor ini hampir dulu tidak setiap rumah bisa memilikinya, karena masih belum ada model-model kredit, jadi hanya pembelian cash dan pastinya motor-motor ini memiliki banyak kenangan di setiap owner-nya," tandasnya.
Proses Restorasi yang Menuntut Ketelitian
Keseriusan Bebek Restorasi menjaga kualitas menjadi alasan bengkel ini dipercaya para pecinta motor bebek klasik. Dana menerapkan prinsip mengembalikan kondisi kendaraan sedekat mungkin seperti saat pertama kali keluar dari pabrik.
Setiap motor yang masuk tidak hanya diperbaiki pada bagian tertentu. Seluruh komponen dibongkar hingga bagian terkecil sebelum menjalani proses peremajaan dan dirakit kembali.
"Restorasi kami pada dasarnya prinsipnya kita membongkar. Semua komponen unit ini kita bongkar semua, termasuk baut-baut, mesin, kelistrikan, semua komponen kita treatment ulang," jelas pemuda berusia 24 tahun tersebut.
Tidak sedikit motor yang datang dalam kondisi memprihatinkan. Ada kendaraan yang sudah lama terbengkalai, bahkan sebelumnya hanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mencari rumput.
Meski demikian, seluruh unit tetap mendapatkan perlakuan yang sama hingga kembali tampil layaknya motor baru.
Proses restorasi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk satu unit motor, Dana dan tim menetapkan waktu pengerjaan standar selama satu bulan.
Namun apabila kondisi kendaraan terlalu parah, prosesnya dapat berlangsung jauh lebih lama karena banyak komponen harus diperbaiki maupun dicari penggantinya.
"Proses pengerjaan itu standarnya kita 1 bulan dari mulai pembongkaran. Tapi itu juga relatif tergantung kondisi awal unitnya. Bila semakin parah unitnya, itu juga akan cukup makan proses cukup lama," tegasnya.
Lamanya proses tersebut tidak mengurangi minat pelanggan. Bengkel yang berada di Godean itu kini menerima motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan pernah menggarap kendaraan yang dikirim dari NTT, Kalimantan, hingga Riau.
Tingginya permintaan membuat Dana menerapkan sistem reservasi. Dalam satu bulan, kapasitas pengerjaan hanya berkisar empat hingga lima unit, sementara daftar antrean restorasi sudah terisi hingga Desember.
"Untuk saat ini kita reservasi booking. Karena setiap bulan kapasitas kita hanya bisa mengerjakan 4 sampai 5 unit," ungkapnya.
Berburu Suku Cadang Orisinal Menjadi Tantangan
Kesulitan terbesar dalam restorasi bukan hanya proses pengerjaan, melainkan mencari suku cadang asli yang sudah tidak lagi diproduksi.
Banyak pelanggan menginginkan seluruh bagian motornya tetap menggunakan komponen orisinal, sehingga Dana harus berburu sparepart ke berbagai tempat.
"Tentunya ada [kesulitan]. Itu untuk sparepart terkadang juga by request permintaan customer. Ada beberapa customer yang minta full original, itu menjadi tantangan kesulitan kami. Karena mengingat sparepart-sparepart motor ini sudah mulai stop produksi, sudah tidak ada di pasaran lagi. Jadi mulai hunting barang-barang yang ori itu cukup mahal dan susah," jelas Dana.
Usaha yang dirintis dari garasi kecil itu akhirnya menjadi penopang utama pendidikan Dana.
Sejak 2021, ia menempuh pendidikan Teknik Manufaktur Universitas Negeri Yogyakarta. Seluruh biaya kuliah dipenuhi dari hasil menjalankan bengkel hingga berhasil menyelesaikan studi pada 2025 dan menjalani wisuda pada 2026.
"Ya, full dari biaya perkuliahan saya murni dari bengkel ini. Bahkan saya tidak pernah meminta uang sepeser pun untuk urusan kuliah, selama saya menjalani pendidikan kuliah," ungkapnya.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Dana harus membagi waktu antara mengikuti perkuliahan dengan memastikan operasional bengkel tetap berjalan.
Waktu istirahat nyaris tidak dimiliki. Bahkan sejak masih SMK hingga kuliah, ia terbiasa tidur hanya empat hingga lima jam setiap hari.
"Untuk membagi waktu semasa saya kuliah, jadi berkuliah sambil berwirausaha seperti ini cukup berat. Banyak waktu yang dikorbankan, terutama waktu untuk santai itu bisa dibilang enggak ada."
"Bahkan untuk tidur pun, saya terbiasa sejak kuliah bahkan sejak SMK itu tidur hanya 4 sampai 5 jam setiap harinya. Itu saya juga menyadari itu bukan hal yang bagus, tapi ya bagaimana, itu adalah bentuk sebuah konsekuensi ketika saya membagi waktu menjalankan usaha ini dengan sekolah," imbuh Dana.
Rutinitasnya berlangsung hampir tanpa jeda. Seusai kuliah, ia langsung menuju bengkel. Saat jeda pergantian mata kuliah pun dimanfaatkan untuk mencari kebutuhan restorasi.
"Ya, lanjut bengkel [setelah kuliah]. Bahkan di sela-sela waktu perpindahan jam kelas kampus, itu saya sering banget saya keluar dari kampus itu kalau teman yang lain mungkin pada jajan ya, kumpul, ngopi, saya hunting sparepart. Keliling ke Jalan Magelang, Jalan Brigjen Katamso, saya beli part, saya antar ke sini kebutuhan dari teman-teman di bengkel apa, saya bawakan."
"Terus nanti ketika jam kampus sudah mulai lagi, saya kembali ke kampus. Itu sudah rutinitas keseharian, bahkan di hari Minggu pun saya tetap beroperasi di sini karena saya rasa kalau weekend malah saya memiliki hari yang penuh untuk mengerjakan di bengkel ini," tandasnya.
Meski harus berjuang keras, Dana mengaku ilmu yang diperoleh di bangku kuliah justru membantu mengembangkan usahanya.
"Saya menjadi lebih berwawasan untuk menjalankan bisnis ini. Saya memiliki prinsip-prinsip dari apa yang saya tempuh di perkuliahan," ujarnya.
Skripsi yang disusunnya pun masih berkaitan dengan dunia otomotif, yakni Perancangan Power Take Off pada produk otomotif mobil jip.
Membuka Lapangan Kerja dan Menjaga Kepercayaan Pelanggan
Keberadaan Bebek Restorasi kini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Dana, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Selain mempekerjakan lima orang, beberapa pekerjaan spesialis juga dikerjakan melalui sistem kemitraan dengan bengkel lain.
"Alhamdulillah untuk saat ini bisa membuka lapangan pekerjaan. Walaupun kadang ada beberapa yang vendor, alias kita tidak sistem tetap di sini, tapi setiap ada jobdesk kita lempar ke teman juga yang ada bengkel yang spesialis, itu juga kita vendor-kan," tuturnya.
Biaya restorasi satu motor bergantung pada tingkat kerusakan dan tingkat kesulitan pengerjaan. Rata-rata restorasi dibanderol sekitar Rp10 juta, sedangkan pekerjaan dengan nilai tertinggi yang pernah ditangani mencapai hampir Rp30 juta untuk Astrea Prima Limited Edition, dengan sekitar 80 persen suku cadang diganti baru dan orisinal.
Di balik nilai pekerjaan tersebut, Dana menegaskan tanggung jawab terhadap pelanggan tetap menjadi prioritas. Setiap motor diuji jalan hingga 100 kilometer sebelum diserahkan kepada pemilik.
Apabila setelah diterima masih muncul kendala, seluruh biaya perbaikan tetap menjadi tanggung jawab bengkel.
"Sudah restorasi di sini, kebetulan itu customer dari luar kota, kita test drive di sini kita paling tidak test drive itu 100 km itu pasti. Sampai kita kirim di lokasi sang owner, motor mengalami trouble. Itu hal biasa bagi kami. Tapi ya bentuk konsistensi tanggung jawab kami, kita tetap mengkaver semua biaya apabila ada kerusakan atau kegagalan perakitan kita," tandasnya.
Pesan Almarhum Ibu Menjadi Penyemangat
Di balik seluruh perjuangan itu, Dana menyimpan satu motivasi yang terus ia pegang hingga kini, yakni pesan dari almarhum ibunya.
Ia mengungkapkan, sang ibu sempat khawatir dirinya terlalu larut dengan hobi otomotif hingga melupakan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Ceritanya ya sebuah perjuangan bagi saya. Bisa kuliah sambil turut menjalankan bengkel ini, itu sebuah pesan dari almarhum Ibu. Bahwasanya ketika lulus SMK, dengan hobi saya yang menekuni otomotif ini, Ibu, almarhum itu risau kalau anaknya terlena dengan kesenangannya terus kemudian melupakan cita-cita yang digantungkan oleh almarhum Ibu untuk kuliah," ujarnya.
Pada 2021, Dana kehilangan sang ibu akibat pandemi. Peristiwa itu justru menguatkan tekadnya untuk menuntaskan pendidikan.
"Di tahun 2021 saya kehilangan almarhum Ibu karena pandemi, sehingga saya pada waktu itu bertekad kuliah saya harus selesai," lanjut Dana.
Kini, tekad tersebut telah terwujud. Dana berhasil menyelesaikan kuliah sekaligus mengembangkan usaha yang dirintis dari garasi kecil.
Semangat itu juga tercermin pada slogan yang terpampang di bengkelnya:
"Tidak Dibekali Ragat, Hanya Dibekali Semangat dan Doa Ibu yang Hebat!!!"
Ke depan, Dana berharap Bebek Restorasi dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak penghobi motor lawas, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang semakin luas.
"Ke depan harapannya bengkel ini lebih bermanfaat, lebih besar, bisa menjangkau para kebutuhan penghobi motor-motor lawas, dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan seprofesional mungkin," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.