Hadapi Degradasi Biodiversitas, UGM Perkuat SDM Profesional
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Patung Ganesha yang ditemukan di lokasi pembangunan rumah di Sayidan, Sumberadi pada Jumat (28/6/2024). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebuah patung ganesha ditemukan pekerja proyek di lokasi pembangunan rumah di Sayidan, Sumberadi, Mlati, Sleman. Pekerja yang sedang menggali tanah untuk fondasi rumah justru menemukan patung ganesha dengan posisi tengkurap.
Patung ini ditemukan pertama kali oleh pekerja proyek bernama Nur Sarjiman pada Rabu (26/7/2024). Mulanya Nur yang tengah menggali tanah untuk fondasi di kedalaman satu meter mengira mendapati sebuah batu dalam lubang galiannya. Dia pun melanjutkan penggaliannya dengan menggunakan linggis.
Namun ketika diangkat, ternyata benda keras yang digalinya tadi adalah sebuah batu berbentuk potongan tangan. "Hari Rabu jam sebelas siang [penemuannya]. Posisinya itu tengkurap, sedang menggali di situ saya congkel saya kira batu," kata Nur pada Jumat (28/7/2024)
Nur pun lantas menggali lebih dalam dan justru mendapati sebuah patung dengan posisi tengkurap. Nur yang penasaran lantas membaliknya dan menemui potret wajah gajah pada patung tersebut. "Ya saya lanjutkan pengin tahu mukanya kayak apa ternyata di balik kepala gajah," katanya.
Selain patung ganesha, di lubang yang sama juga ditemukan batu berbentuk persegi dan persegi panjang. Temuan-temuan tersebut lantas diangkat pada Kamis (27/6/2024) lalu dititipkan di rumah warga agar lebih aman.
BACA JUGA: Pembobolan Server PDNS, Kemenkominfo Segera Ungkap Identitas Peretas dan Motifnya
Pemilik tanah tempat patung ganesha ditemukan Musliha mengatakan dirinya hendak membuat fondasi rumah di lokasi tersebut. Setelah beberapa lubang, ternyata ditemukan patung ganesha pada salah satu lubang. "Pertama mau bikin fondasi, Selasa tukang mulai [menggali] terus ditemukan Rabu. Mau dibangun rumah," ujarnya.
Kini Musliha menunggu hasil penelitian dari temuan tersebut. Sembari menunggu hasil tersebut, Musliha memilih menghentikan proyek pembangunan di lokasi penemuan.
"Saya menunggu ada penelitian lagi tanah di sekitar masih ditemukan atau tidak. Kalau misalnya masih banyak ditemukan katanya infonya tanahnya mau dibeli pemerintah nanti terus kompensasi atau gimana saya kurang tahu. Tapi umpamanya nanti diteliti enggak ada yang ditemuakan lagi saya tetap jalan [pembangunan]. Sementara berhenti dulu [proyeknya]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.