11 Juta Turis Datang, Industri Pariwisata Jogja Kelola Sampah Mandiri
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Sejumlah pekerja menutup kembali situs Keputren, di Pleret, Selasa (5/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Tim ekskavasi situs Keputren Kerto-Pleret menemukan wadah air yang diduga dari zaman Majapahit. Saat ini penelitian lebih lanjut terkait wadah air tersebut masih dilakukan. Nantinya wadah air tersebut disimpan di Museum Purbakala Pleret.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi menyampaikan temuan wadah air tersebut saat ini masih diteliti lebih lanjut. Dari analisis awal, menurut Dian dari wujud fisik wadah air tersebut menunjukkan dibuat pada masa Majapahit.
“Jadi kalau yang kemarin penemuan wadah air itu kan di wilayah Keputren. Itu berdasarkan tim ahli ekskavasi kami memang menunjukkan identitas gaya masa Majapahit,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (10/9/2023).
Dari analisis awal, menurut Dian dengan ditemukannya wadah air yang diduga digunakan pada masa Majapahit maka dapat dikatakan bahwa masyarakat yang tinggal di Situs Keputren pada masa itu memiliki status yang tinggi.
“Sehingga memang dari hasil analisis awal, menunjukkan kalau barang itu bukan barang sembarangan, hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Itu menunjukkan wilayah sekitar Keputren termasuk wilayah dengan orang yang memiliki status yang lebih tinggi, dengan kepemilikan barang seperti itu,” katanya.
BACA JUGA: Ditemukan Situs Bangunan Keputren di Pleret, Begini Struktur yang Diekskavasi
Menurut Dian beberapa penemuan benda purbakala di situs tersebut juga menunjukkan adanya interaksi beberapa budaya antara lain dengan penemuan keramik Cina dan gerabah beberapa waktu yang lalu.
Meski begitu, menurut Dian masih dilakukan penelitian yang lebih mendalam dari hasil penelitian arkeologi tersebut. Menurutnya penelitian ekskavasi arkeologi yang sedang dilakukan berupaya mengungkap tinggalan arkeologi dalam suatu situs, dengan penelitian yang lebih mendalam terhadap hasil temuan tersebut, menurut Dian akan dapat merekonstruksi kehidupan di masa lalu.
Nantinya setelah penelitian yang lebih mendalam mengenai temuan tersebut dilakukan, maka hasil temuan tersebut akan disimpan dan dipamerkan di Museum Purbakala Pleret.
“Tentu saja kalau yang punya spesifik ikonik seperti itu kami selamatkan di Museum Purbakala Pleret, Disana nanti ada penanganan terkait gerabah, nanti tahap akhir kita pajang, menjadi pengisi puzzle, kita kan menggali cukup panjang sejak tahun 2013, dan akhir-akhir ini banyak temuan yang cukup spektakuler mungkin sudah mulai tereksplorasi. Itu yang kita tempatkan dalam satu kronologi masa dalam masa pemerintahan Islam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Tarif Trans Jogja 2026 mulai Rp500 hingga Rp3.500. Simak cara pembayaran dan daftar 17 rute Trans Jogja lengkap di sini.
Tijjani Reijnders resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Al Qadsiah. Nilai transfernya mencapai Rp1,4 triliun.
Barcelona menang 2-1 atas Al Ahly di Joan Gamper Trophy 2026. Hamza Abdelkarim dan Raphinha mencetak gol untuk Blaugrana.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 20 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu tertinggi diprediksi 34 °C di Kota Jogja.
Jadwal SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.