Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Amunisi dan magasin yang diserahkan Danramil Sanden, Kapten Arm. Joko Novianto kepada Polsek Sanden, Rabu (29/11/2023)/Istimewa-Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Polsek Sanden menerima puluhan butir amunisi dan satu buah magasin yang ditemukan di rumah warga. Amunisi pertama kali ditemukan oleh pengepul rosok ketika sedang membersihkan rumah di Tegalrejo, Srigading, Sanden.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan penemuan tersebut meliputi 87 buah kaliber 9 mm, satu buah kaliber 38 mm dan sebuah magasin berisi peluru sejumlah 11 butir kaliber 9 mm. “Sudah diserahkan oleh Danramil Sanden, Kapten Arm. Joko Novianto ke Polsek Sanden,” ujarnya, Rabu (29/11/2023).
Dia menceritakan kronologi penemuan tersebut ketika seorang pengepul rongsok bernama Slamet Hariyadi membersihkan gudang dan membeli barang bekas yang sudah tidak terpakai di warung milik warga Sanden, Indun.
Pengepul tersebut mulai membersihkan pukul 17.00 WIB yang kemudian mendapati kaos kaki yang terasa berat. Setelah dicek, ternyata isinya adalah amunisi dan magasin. “Karena pemilik rumah merasa takut kemudian amunisi tersebut diserahkan kepada pengepul untuk dibawa pulang,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Amunisi Ditemukan di Pekarangan Rumah Warga Imogiri, Begini Kondisinya
Pengepul tersebut selanjutnya menyampaikan kepada anggota Koramil Jetis terkait penemuan peluru tersebut yang kemudian disampaikan kepada Danramil Sanden. Setelah diserahkan ke Polsek Sanden, polisi pun mendatangi rumah tempat penemuan amunisi tersebut.
“Benar bahwa amunisi tersebut dari rumahnya yang kemungkinan amunusi tersebut milik almarhum bapaknya yang merupakan purna aggota Polri. Selanjutnya utk keamanan amunusi diserahkan dan di bawa ke unit Kamneg Satintelkam Polres Bantul,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Gerhana matahari total di Eropa memicu lonjakan harga hotel hingga lebih dari 500 persen. Namun di saat yang sama, Spanyol menghadapi darurat kebakaran hutan de
Dinsosnakertrans Jogja mengkaji perluasan penerima Santunan Kematian di luar desil 1-2 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Titik api karhutla Gunung Bromo di Probolinggo sudah padam. Luas kawasan terdampak mencapai 889 hektare di empat kabupaten.
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Polda Metro Jaya ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas untuk penyidikan. Jenazah diperiksa guna mengungkap penyebab kematian.