Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Mortir aktif yang ditemukan dalam proyek pemerataan lapangan di Alun-Alun Wonosari, Senin (26/6/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah mortir aktif peninggalan zaman perang ditemukan dalam proses pemerataan lapangan Alun-Alun Wonosari, Senin (26/6/2023). Temuan ini menghebohkan pegawai pemkab karena lokasi penemuan tepat berada di depan Kantor Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
Salah seorang pegawai di lingkup Pemkab Gunungkidul, Purwanto mengatakan temuan mortir aktif sempat menjadi perhatian masyarakat. Setelah mendengar informasi tersebut dia langsung mendatangi lokasi untuk melihat.
“Saya termasuk yang ketinggalan karena saat datang sudah mau selesai. Tapi memang ada temuan mortir aktif yang diduga peninggalan saat perang,” katanya, Senin sore.
Menurut dia, mortir temuan sudah diamankan oleh tim penjinak bom dari Polda DIY. “Kalau sekarang kondisinya sudah kembali normal,” katanya.
BACA JUGA: Warga Gunungkidul Temukan Mortir Aktif di Aliran Kali Oya
Kanit Samapta Polsek Wonosari AKP Suwarno mengatakan, penemuan ini berada di tengah lapangan. Saat ini ada proyek penataan alun-alun dengan meratakan tanah di lapangan.
Mortir ditemukan di kedalaman sekitar 20 sentimeter saat pengerukan tanah. Curiga dengan benda berbentuk peluru ini, pekerja melaporkan ke Polsek Wonosari, sekitar pukul 11.30 WIB.
“Kami langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak), Brimob Polda DIY. Hasil pemeriksaan, mortir dinformasikan masih aktif,” katanya.
Dia menjelaskan, mortir memiliki panjang 20 cm dengan diameter sekitar 7 cm. Kondisinya pun masih cukup bagus, meski sudah ada bekas karatan. “Sudah diamankan dan nantinya akan dimusnahkan. Bagi warga yang menemukan benda-benda mencurigakan bisa melaporkan ke polsek untuk diamankan,” kata dia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, adanya temuan mortir di area pemerataan lapangan di alun-alun sempat menghentikan proyek pengerjaan. Meski demikian, setelah mortir diamankan, pengerjaan kembali diteruskan. “Sudah selesai pengamanannnya sehingga pengerjaan bisa dilanjutkan. Untuk mortir yang ditemukan hanya satu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.