Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi instalasi air bersih - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program nasional penyediaan air minum dan sanitasi (Pamsimas) diterima enam kalurahan di Kulonprogo. Program ini menggunakan APBN 2024 dari Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman (PPW) Wilayah DIY dimana sudah dilakukan penandatanganan kontrak swakelola pada Rabu (3/7/2024).
Penandatanganan kontrak itu dilakukan kelompok masyarakat (Pokmas) yang akan mengerjakan pembangunan Pamsimas dengan Balai PPW DIY. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo turut mendampingi enam Pokmas dari wialyahnya itu dalam perjanjian kerja sama untuk membangun instalasi air bersih itu.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Kulonprogo, Yuniar Wibowo menyebut enam kalurahan yang mendapat hibah pembangunan Pamsimas itu antara lain Kalurahan Ngargosari dan Sidoharjo di Kapanewon Samigaluh. Terdapat juga Kalurahan Banjaroya dan Banjarharjo di Kapanewon Kalibawang serta Kalurahan Kalirejo dan Hargomulyo di Kapanewon Kokap.
Yuniar menjelaskan pemilihan enam kalurahan itu dilakukan setelah DPUPKP Kulonprogo mengusulkannya ke Balai PPW DIY. Saat mengusulkan itu terdapat 10 kalurahan yang dimohonkan, tapi yang diterima enam kalurahan saja.
Dalam penentuan kalurahan yang menerima hibah pembangunan Pamsimas ini, jelas Yuniar, sudah dilakukan peninjauan dan verifikasi oleh Balai PPW DIY. "Bagaimana penilaiannya dan pengambilan keputusan untuk pemilihan enam kalurahan ini sepenuhnya oleh Balai PPW DIY," jelasnya.
BACA JUGA: Didorong Maju di Pilkada Bantul, Ini Kata Singgih Raharjo
Tujuan dari Pamsimas itu, jelas Yuniar, untuk meningkatkan akses air bersih ke masyarakat yang memiliki kendala terutama yang berada di perbukitan. "Ini upaya bersama agar akses air bersih di Kulonprogo dapat terus ditingkatkan, supaya tidak ada lagi yang kekurangan air bersih terutama saat kemarau," terangnya
Sementara itu Ahli Muda Teknik Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti menerangkan masa pembangunan Pamsimas ini sepenuhnya dikerjakan Pokmas masing-masing kalurahan. Pembangunnya dijadwalkan dilakukan selama 120 hari sesuai kontrak kerja sama.
Pembangunan Pamsimas yang dilakukan, jelas Silvi, dilakukan sesuai rencana yang diajukan masing-masing Pokmas. "Sebelumnya tiap Pokmas yang mengajukan sudah menyertakan rencana pembangunan termasuk, bentuk instalasinya seperti apa, berapa target sasarannya, dan lainnya," ungkapnya.
Rencana pembangunan Pamsimas ini, lanjut Silvi, juga sudah ditinjau dan diberikan perbaikan agar lebih efektif dan efisien sesuai anggaran yang ada. "Semuanya di Kulonprogo bentuk pembangunnya saluran perpipaan, kami harap yang dibangun ini dapat dikelola dengan baik agar tahan lama dan manfaatnya makin luas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta