Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Srimulyo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memastikan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu, Kaligatuk, Srimulyo, Piyungan, mulai berjalan.
Alasannya, kondisi darurat sampah membuat TPS sementara dengan luasan lahan 3.000 meter di atas lahan Sultan Ground seluas 3 hektare itu harus segera dibangun.
BACA JUGA : Pengelolaan Sampah Sleman Butuh Peran Aktif Masyarakat
Lurah Srimulyo, Piyungan, Wajiran mengatakan, saat ini proses pembangunan TPS sementara dimulai. Sebagai tahap awal, pihaknya membuat jalan masuk sepanjang 100 meter menuju lokasi pembangunan TPS sementara. Setelah jalan terbangun, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan bangket dan tanggul untuk lokasi pembangunan TPS sementara.
"Jadi kami perkirakan akhir bulan ini sudah bisa digunakan," kata Wajiran, Senin (8/7/2024).
Menurut Wajiran, awalnya rencana pembangunan TPS sementara di sekitar Puncak Bucu, sempat mendapatkan penolakan oleh warga. Akan tetapi, setelah dilakukan sosialisasi, warga kalurahan Srimulyo akhirnya menerima pembangunan TPS sementara.
TPS sementara tersebut nantinya menggunakan teknologi yang sama dengan TPS di Gadingsari. Di mana, TPSS tersebut akan menggunakan geomembran dan talut untuk menahan air lindi.
"Nantinya sampah yang ditaruh juga akan langsung diuruk. TPS sementara ini hanya akan beroperasional sampai 31 Desember 2024. Karena setelah itu, nantinya kawasan itu juga akan diuruk dan akan kami manfaatkan untuk pengelolaan sampah juga nantinya," terang Wajiran.
Terkait dengan penolakan dari warga Sitimulyo, tepatnya warga Padukuhan Banyakan II, Banyakan III, Pagergunung I, dan Pagergunung II, Wajiran menyatakan hal itu memang terjadi. Akan tetapi, kondisi darurat sampah, membuat pihaknya mau tidak mau harus membangun TPS sementara di sekitar Puncak Bucu.
"Warga Sitimulyo itu kan trauma dengan pengalaman masa lalu. Akan tetapi, kan ini pembangunan TPS sementara ini menggunakan teknologi yang ramah lingkungan," ucap Wajiran.
BACA JUGA : Marak Pembuangan Sampah dari Kota ke Wilayah Bantul, Ini Kata Wakil Bupati Bantul
Ditemui terpisah Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengakui jika pembangunan TPS sementara saat ini tengah dilakukan dengan melibatkan Pemkal Srimulyo. Ia memastikan jika pembangunan TPS sementara menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan ditargetkan bisa segera dioperasionalkan.
"Sebab, saat ini kondisinya memang darurat sampah. Karena di Gadingsari saat ini tinggal satu lubang, dan tinggal menghitung hari penuhnya. Oleh karena itu, kami fokus menyelesaikan pembangunan TPS sementara di Srimulyo," ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.