Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peran Museum dalam Pendidikan, Penelitian dan Pembangunan Karakter di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Rabu (10/7/2024)
Harianjogja.com, JOGJA—Penasihat Indonesia Museum Award, Prof Dwisuryo Indroyono Soesilo mengungkap saat ini tercatat ada 442 museum yang dikelola pemerintah, Pemda, perguruan tinggi maupun swasta di Indonesia. Setelah Covid-19, ada 155 museum yang bermasalah.
Demikian dikatakan Dwisuryo dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peran Museum dalam Pendidikan, Penelitian dan Pembangunan Karakter di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Rabu (10/7/2024) yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkolaborasi bersama Komunitas Jelajah.
"Jumlah itu berarti 35 persen museum dari 442 mengalami kendala. Beberapa di antaranya tutup karena tak mampu memobilisasi dana. Di sisi lain, perkembangan digital membuat pengelola museum gagap teknologi. Ini yang harus kita urai bersama," ungkapnya dalam siaran tertulis.
Sementara Prof Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2011-2014 yang juga guru besar Arsitektur UGM, menyampaikan selain dalam pembelajaran sejarah, museum merupakan tempat yang paling tepat untuk mencari sumber informasi dan pendidikan karakter. Museum harus bisa menjadi institusi budaya yang dinamis, agar tetap relevan dengan jaman.
"Museum harus mampu berkomunikasi dengan lintas generasi. Misalnya memberi fasilitas Wifi, karena saat ini generasi native, digital. Museum harus membuka diri terhadap ide-ide yang terkini, menjadi bagian dari ekosistem penting kebudayaan," ungkap Wiendu.
BACA JUGA: Harga Tiket Masuk Museum Jogja Kembali dan Jam Buka
Museum apapun menurut Wiendu harus bisa bertransformasi dan membangun karakter anak bangsa, melalui inspirasi dan kreativitas dalam bingkai penghayatan. Kehadiran teknologi menjadi sangat penting untuk menghadirkan nilai yang ada di dalam museum.
"Pelan-pelan museum harus lahir kembali, menghadirkan kekinian dalam koleksi yang dimiliki. Ini menjadi sangat penting agar museum tetap relevan dikunjungi dan menarik generasi muda yang ingin kita bangun karakternya," pungkas Wiendu.
Sementara, Prof Warsito, Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, mengatakan pengelola museum diharapkan bisa membuka lebar wawasan dan cakrawala pengetahuan. Museum menurut dia harus mampu mengungkap fungsi riset, pengembangan dan ekonomi kreatif serta aktif membangun karakter anak bangsa.
"Di negara maju, anak-anak harus berkunjung ke museum terdekat sebelum mengunjungi tempat lain. Ini penting untuk membangun karakter generasi muda. Kita bisa ikuti hal tersebut untuk membangun karakter anak-anak kita. Bagaimana museum memiliki arah baru, memberikan nilai tambah untuk masyarakat Indonesia. Masyarakat harus bangga dengan daerahnya, bangsanya dan museumnya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.