Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja kembali melakukan penyesuaian anggaran bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA). Ini dilakukan melalui APBD Perubahan 2024 Kota Jogja.
Kepala Disdikpora Kota Jogja Budi Asrori Santosa menuturkan penyesuaian nilai BOSDA turut dilakukan pada jenjang SD/ MI dan SMP negeri. Semula, BOSDA bagi jenjang SD/ MI yakni sebesar Rp 800 ribu/ siswa/ tahun. Kini naik menjadi Rp 1 juta/ siswa/ tahun.
BACA JUGA: Jelang Tahun Ajaran Baru 2024/2025, KPAI Ingatkan MPLS Tanpa Kekerasan
"Sementara untuk SMP naik dari Rp 1 juta persiswa pertahun, menjadi Rp 1,5 juta persiswa pertahun," ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2024).
Budi menyebut, kenaikan BOSDA ini akan menyasar pada 37.744 siswa SD/ MI dan 20.034 siswa SMP se-Kota Jogja. Budi mengatakan, anggaran BOSDA kembali disesuaikan usai meredanya pandemi Covid-19.
Saat itu, dana BOSDA harus dikurangi untuk kepentingan refocusing anggaran penanganan pandemi Covid-19. Tahun ini, anggaran BOSDA kembali disesuaikan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah.
"Di anggaran perubahan 2024 dan akan berlaku 2024," katanya.
Di sisi lain, pihak sekolah menyambut baik adanya penyesuaian anggaran BOSDA ini. Wakil Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Humas SMPN 6 Jogja Widawati menuturkan alokasi anggaran Rp 1,5 juta/ siswa/ tahun ini akan menjadikan sekolah lebih leluasa dalam menggunakan dana BOSDA. Meskipun, dia mengakui tetap ada rambu-rambu yang harus ditaati.
"Jelas, kita bisa lebih leluasa," katanya.
Widawati menjelaskan, saat masa Covid-19 lalu kendala paling besar adalah penyediaan tenaga pengajar. Pihaknya harus menyediakan tenaga pengajar pengganti saat ada guru yang meninggal dunia atau pindah jabatan.
"Kadang kan di dinas belum ada stoknya (guru). Itu kita harus menghonori guru dan besarannya banyak," tuturnya.
BACA JUGA: Disdikpora Bantul Tegaskan Sekolah Dilarang Adakan Seragam
Terlepas dari itu, pembelajaran saat Covid-19 terbilang lancar-lancar saja meski BOSDA tak bisa maksimal. Widawati mengatakan biaya operasional saat Covid-19 juga tak terlampau besar, mengingat pembelajaran didominasi oleh sistem daring.
"Untuk operasional sekolahnya pasti berkurang karena anak-anak tidak masuk. Jadi kita hanya online terus. Itu kan juga tidak begitu terasa," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.