Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Suasana peresmian Jalan Raden Mas Sundoro yang merupakan nama kecil Sultan HB II sebagai bagian dari upaya pengajuan pahlawan nasional di Desa Pagerejo, Kecamatan Krerek, Wonosobo beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, JOGJA–Nama kecil Sultan Hamengku Buwono II yakni Raden Mas Sundoro diresmikan sebagai nama jalan di Desa Pagerejo, Kecamatan Krerek, Wonosobo. Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pengusulan Sultan HB II sebagai pahlawan nasional.
Kepala Desa Pagerejo Nurwadi menjelaskan, peresmian jalan Raden Mas Sundoro itu digagas oleh masyarakat lereng Gunung Sindoro serta keturunan trah Sultan HB II yang berharap upaya itu menjadi penanda sekaligus menghormati jasa dan prestasi Sultan HB II selama beliau hidup.
BACA JUGA: Bulan Depan, Sultan HB II Resmi Didaftarkan sebagai Pahlawan Nasional
"Kami beri nama jalan ini RM Sundoro karena Sultan HB II lahir di Desa Pagerejo lereng gunung Sindoro," katanya, Sabtu (13/7/2024).
Menurutnya, peresmian nama jalan itu ditetapkan berdasarkan SK Bupati dengan tembusan kepala Dinas Perhubungan, pihak Kecamatan dan Desa. Adapun jalan tersebut merupakan koridor Jalan Candiiyasan - Keseneng kurang lebih sejauh 4-5 KM.
"Harapannya Nlnama Jl RM. Sundoro menjadi jalur wisata, sehingga Desa Pagerejo khususnya dan desa sekitarnya menerima manfaat," ungkapnya.
Salah satu trah keluarga Sultan HB II Ananta Hari Noor menyampaikan, pemberian nama ini sejatinya merupakan serangkaian dari proses pendaftaran gelar Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional.
"Ini penting secara historis di mana masyarakat lereng Sindoro dikenal juga dengan budayanya yang melekat, bahasa tutur, adat istiadat serta tradisi seperti tenongan, sehingga memang penting dijadikan nama jalan," jelasnya.
Ananta menyebut peresmian nama Jl. RM Sundoro sekaligus akan menguatkan database terkait pendaftaran Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional.
"Ke depan nanti ketika Sultan HB II ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, jalan ini menjadi satu penunjang juga agar kawasan sepanjang jalan RM. Sundoro menjadi destinasi budaya dan wisata yang memiliki nilai kearifan lokal maupun sejarah bangsa," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Agus Wibowo menyampaikan, penamaan jalan itu menjadi RM Sundoro sangat sesuai dengan kearifan lokal lantaran di lokasi tersebut ada sejarah yang menguatkan yakni lahirnya Raden Sundoro yang kemudian menjadi raja Mataram bergelar Sultan HB II.
"Jalan RM Sundoro merupakan jalan kabupaten yang memiliki kondisi aspal bagus dan menghubungkan jalan utama Wonosobo-Semarang ke jalan lingkar Utara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.