Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Suasana peresmian Jalan Raden Mas Sundoro yang merupakan nama kecil Sultan HB II sebagai bagian dari upaya pengajuan pahlawan nasional di Desa Pagerejo, Kecamatan Krerek, Wonosobo beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, JOGJA–Nama kecil Sultan Hamengku Buwono II yakni Raden Mas Sundoro diresmikan sebagai nama jalan di Desa Pagerejo, Kecamatan Krerek, Wonosobo. Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pengusulan Sultan HB II sebagai pahlawan nasional.
Kepala Desa Pagerejo Nurwadi menjelaskan, peresmian jalan Raden Mas Sundoro itu digagas oleh masyarakat lereng Gunung Sindoro serta keturunan trah Sultan HB II yang berharap upaya itu menjadi penanda sekaligus menghormati jasa dan prestasi Sultan HB II selama beliau hidup.
BACA JUGA: Bulan Depan, Sultan HB II Resmi Didaftarkan sebagai Pahlawan Nasional
"Kami beri nama jalan ini RM Sundoro karena Sultan HB II lahir di Desa Pagerejo lereng gunung Sindoro," katanya, Sabtu (13/7/2024).
Menurutnya, peresmian nama jalan itu ditetapkan berdasarkan SK Bupati dengan tembusan kepala Dinas Perhubungan, pihak Kecamatan dan Desa. Adapun jalan tersebut merupakan koridor Jalan Candiiyasan - Keseneng kurang lebih sejauh 4-5 KM.
"Harapannya Nlnama Jl RM. Sundoro menjadi jalur wisata, sehingga Desa Pagerejo khususnya dan desa sekitarnya menerima manfaat," ungkapnya.
Salah satu trah keluarga Sultan HB II Ananta Hari Noor menyampaikan, pemberian nama ini sejatinya merupakan serangkaian dari proses pendaftaran gelar Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional.
"Ini penting secara historis di mana masyarakat lereng Sindoro dikenal juga dengan budayanya yang melekat, bahasa tutur, adat istiadat serta tradisi seperti tenongan, sehingga memang penting dijadikan nama jalan," jelasnya.
Ananta menyebut peresmian nama Jl. RM Sundoro sekaligus akan menguatkan database terkait pendaftaran Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional.
"Ke depan nanti ketika Sultan HB II ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, jalan ini menjadi satu penunjang juga agar kawasan sepanjang jalan RM. Sundoro menjadi destinasi budaya dan wisata yang memiliki nilai kearifan lokal maupun sejarah bangsa," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Agus Wibowo menyampaikan, penamaan jalan itu menjadi RM Sundoro sangat sesuai dengan kearifan lokal lantaran di lokasi tersebut ada sejarah yang menguatkan yakni lahirnya Raden Sundoro yang kemudian menjadi raja Mataram bergelar Sultan HB II.
"Jalan RM Sundoro merupakan jalan kabupaten yang memiliki kondisi aspal bagus dan menghubungkan jalan utama Wonosobo-Semarang ke jalan lingkar Utara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.