Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, SLEMAN—Ditlantas Polda DIY mencatat terdapat puluhan bukaan separator ilegal di sepanjang jalan ring road DIY. Bukaan separator ilegal ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan di area ring road.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan bukaan separator ilegal yang ada di ring road jumlahnya mencapai puluhan. "Banyak [bukaan separator ilegal] 50, makanya kita tutup," tegas Alfian pada Minggu (14/7/2024).
Tercatat sudah 23 bukaan separator ilegal di area ring road yang akhirnya ditutup. Tak hanya bukaan separator ilegal, Ditlantas Polda DIY turut menutup tiga u-turn di area ring road. "Separator yang kita tutup ada 23 untuk u-turn tiga," tandasnya.
BACA JUGA : Penghilangan Separator di Jalan Ringroad Batal, Diganti Jadi Penghilangan U Turn
Penutupan bukaan separator ilegal ini dilakukan tentu bukan tanpa alasan. Alfian menyebut sejumlah kecelakaan di area ring road berasal dari pergerakan kendaraan di bukaan separator ilegal ini. "Waduh banyak [kecelakaan]," ungkapnya.
"Iya sangat luar biasa [banyaknya]. Makanya separator sudah mulai ditutup, ini masih berlangsung," tegasnya.
Menurut Alfian munculnya bukaan-bukaan seprator ilegal ini merupakan inisiatif dari masyarakat. Sayangnya bukaan yang dilakukan justru kerap menimbulkan kecelakaan
"Inisiatif masyarakat jadi akhirnya ya kaya tikungan, tikungan dibuka ya kan enggak pandang jalur cepat, tiba-tiba dia keluar dari jalur lambat, crossing. Crossing itu yang menjadi manajemen konflik ya," lanjutnya.
Aspek crossing kendaraan ini lah sering kali menganggu dan menimbulkan rawan kecelakaan. "Separator itu sangat mengganggu saat terjadinya crossing ya, crossing dari jalur lambat ke jalur cepat, kalau dia tidak waspada terjadi kecelakaan," jelas Alfian.
Di sisi lain dari sisi peruntukannya, Alfian berpandangan jalan ring road yang ada kini lebih seperti jalan penghubung ketimbang sebagai ring road. Pasalnya ring road saat ini jadi penghubung ke kawasan bisnis seperti mal dan perhotelan hingga ke area kawasan pendidikan seperti kampus.
BACA JUGA : Pembongkaran Separator Ring Road Dinilai Bahayakan Pengendara, Begini Penjelasan Pakar
"Sebenaranya kan jalan itu sudah enggak cocok jadi ring road menurut saya. Kan dibangun 1994 sekarang 2024, sudah 30 tahun. Bukan ring road itu sebenarnya, connector itu sudah, penghubung untuk perkotaan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.