Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Teras Malioboro.har
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY buka suara soal insiden kericuhan yang melibatkan pedagang Teras Malioboro 2 dan petugas keamanan akhir pekan lalu.
Insiden kericuhan ini dipicu oleh keinginan pedagang yang meminta agar dilibatkan dalam relokasi ke tempat permanen.
Sejak Jumat (12/7/2024) suasana Teras Malioboro 2 sudah memanas. Pedagang nekat menjajakan dagangannya di kawasan pedestrian sebagai aksi protes terhadap rencana relokasi jilid II.
Keesokan harinya Sabtu (13/7/2024) UPT Malioboro menutup pintu Teras Malioboro 2 untuk antisipasi pedagang agar tak lagi menggelar lapaknya di pedestrian.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, manajemen Teras Malioboro 2 menjadi kewenangan Pemkot Jogja. Pemda meminta agar jajaran instansi setempat untuk membangun dialog dengan para pedagang sehingga semuanya berjalan dengan lancar dan kondusif.
"Kami bukan sedang melempar tanggung jawab, tapi itu wewenang pemkot karena masih dikelola mereka," jelasnya, Senin (15/7/2024).
Beny menyatakan, pihaknya memberikan keleluasan kepada Pemkot Jogja untuk mengatur soal rencana relokasi pedagang jilid II itu. "Saya juga sudah bertemu dengan Sekda Kota Jogja untuk bicara soal hal ini," terangnya.
Menurut Beny, permintaan pedagang yang hendak dilibatkan dalam proses relokasi kembali itu tentu akan diakomodir oleh pemerintah. Sebab setiap kegiatan yang ditempuh kata dia pihaknya selalu melibatkan elemen masyarakat.
"Kan dari dulu sudah dilibatkan, apakah dari dulu tidak pernah melibatkan? Semua kan dilibatkan elemennya. Tentu pelibatannya tidak semua ada perwakilan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, terjadi keributan di kawasan Teras Malioboro 2, Sabtu malam (13/7/2024). Keributan ini merupakan bentuk protes dan penolakan pedagang atas rencana dilakukannya relokasi jilid 2.
Ini bukan kali pertama kali keributan terjadi di Teras Malibooro 2. Sehari sebelumnya, pedagang nekat membawa dagangannya dan menggelar lapak di trotoar Jalan Malioboro. Padahal, pedagang tak lagi diizinkan untuk berdagang di trotoar Malioboro.
Salah satu pedagang Teras Malioboro 2, Wiji mengaku saat itu dia dan pedagang lainnya terpaksa harus kembali menggelar lapak di trotoar Malioboro. Sebab, dia merasakan penurunan penjualan yang sangat drastis sejak pindah ke TM 2. Hari ini, Wiji bersama pedagang lainnya berencana kembali turun ke trotoar Malioboro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.